Manajemen Swadaya pada pengembangan Infrastruktur Pedasaan
Peran syadaya masyarakat dalam pembangunan pedesaan cukup tinggi dalam peningkatan pembangunan infrastruktur pedesaan dimana banyak hal yang menjadikan bantuan pemerinath mendapatkan dukungan swadaya masyarakat yang tidak optimal. Mengapa? Karena manajemen yang kutrang tepat dan efektif serta efisien. Namun apabial swadaya masyarakat berupa dukungan bantuan tenaga kerja swadaya masyarakat kalau tidak diletakkan pada temapatnya justru menjadikan persolan penting dimana ada 2 tenaga kerja dlam satu proyek atau program dimana :
1. Tenaga kerja upahan
2. Tenaga kerja swadaya.
Dimana tenaga kerja upahan kalau tidak berdasarkan standar nasional yang baikpun akan mengurangi kalitas bangunan dan pemebngakkan biaya. Pembengkakan biaa ini akibat oleh tenaga kerja yang belum diorganisir dengan cepat.
Yang banayk menjadikan perhatian penulis adalah dimana kapan swadaya itu dilakukan harus melakukan prosedur kerja yang benar berupa waktu, tempat dan saat yang tepat. Dimana :
1. Swadaya dilakukan dengan asumsi semua orang bisa melakukan tanpa tenaga khusus atau keahlian khusus.
2. Dapat dilakukan dalam waktu liuang.
3. Tidak memunculkan kecemburuan sosial.
Misalnay apabilapembangunan jalan berbeton akan bagus swadaya bila semua dilakukan swadaya sampai hamparan medanjalan diswadayakan dengan benar berupa perataan, pengedukan dan pengarukan. Baru tenaga kerja yang merupaka n tenaga kerja upahan adlah melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat waktu sehingga kualitas tetap tinggi, bahkan ada pengembangan kualitas dan kuantitas.
Misalanya untuk pembuatan sender irigasi, seharusnya swadaya pada pembuatan blok dan perataan hamparan irigasi, baru tenaga kerja upahan adalah langsir dan pemasangan blok, sehingga tidak ada pembengkakan biaa sehingga bisa jadi bangunan tidak selesai dan tidak tercapai volumenya.
Filed under: Uncategorized