Manajemen Swadaya pada pengembangan Infrastruktur Pedasaan


Manajemen Swadaya pada pengembangan Infrastruktur Pedasaan

Peran syadaya masyarakat dalam pembangunan pedesaan cukup tinggi dalam peningkatan pembangunan infrastruktur pedesaan dimana banyak hal yang menjadikan bantuan pemerinath mendapatkan dukungan swadaya masyarakat yang tidak optimal. Mengapa? Karena manajemen yang kutrang tepat dan efektif serta efisien. Namun apabial swadaya masyarakat berupa dukungan bantuan tenaga kerja swadaya masyarakat kalau tidak diletakkan pada temapatnya justru menjadikan persolan penting dimana ada 2 tenaga kerja dlam satu proyek atau program dimana :
1. Tenaga kerja upahan
2. Tenaga kerja swadaya.
Dimana tenaga kerja upahan kalau tidak berdasarkan standar nasional yang baikpun akan mengurangi kalitas bangunan dan pemebngakkan biaya. Pembengkakan biaa ini akibat oleh tenaga kerja yang belum diorganisir dengan cepat.
Yang banayk menjadikan perhatian penulis adalah dimana kapan swadaya itu dilakukan harus melakukan prosedur kerja yang benar berupa waktu, tempat dan saat yang tepat. Dimana :
1. Swadaya dilakukan dengan asumsi semua orang bisa melakukan tanpa tenaga khusus atau keahlian khusus.
2. Dapat dilakukan dalam waktu liuang.
3. Tidak memunculkan kecemburuan sosial.
Misalnay apabilapembangunan jalan berbeton akan bagus swadaya bila semua dilakukan swadaya sampai hamparan medanjalan diswadayakan dengan benar berupa perataan, pengedukan dan pengarukan. Baru tenaga kerja yang merupaka n tenaga kerja upahan adlah melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat waktu sehingga kualitas tetap tinggi, bahkan ada pengembangan kualitas dan kuantitas.
Misalanya untuk pembuatan sender irigasi, seharusnya swadaya pada pembuatan blok dan perataan hamparan irigasi, baru tenaga kerja upahan adalah langsir dan pemasangan blok, sehingga tidak ada pembengkakan biaa sehingga bisa jadi bangunan tidak selesai dan tidak tercapai volumenya.

Advertisements

Si Jago Merah Lahap Pabrik Plastik


Api Melahap Pabrik Daur Ulang Plastik

 

Purworejo, Siang hari pukul 11.00 WIB. Kebakaran terjadi di Desa Taman Sari Kecamatan Butuh Melahap pabrik Daur ulang plastik polipropilen. Menurut Wahyu HIDAYAT salah satu perusahaan api Melahap dari arah barat.
Api Melahap bangunan yang berisi bahan olahan plastik bekas dan mesin penggiling plastik. Beberapa orang berkerumun di dekat bangunan yang merupakan bekas bangunan peternakan sapi yang dimanfaatkan untuk pengolahan plastik ekspor ke Malaysia dan RRC.
Awi Zen juga termasuk pemilik saham pabrik sedikit kaget,namun Awi dan Wahyu Hidayat, berusaha agar api tidak Melahap bagian barat dan utara pabrik. Salah satu pengusaha plastik yang tinggal di lokasi pabrik kebetulan sedang meninggalkan rumah karena sedang melakukan wisata sekeluarga.
Kerugian diperkirakan plastik bahan 11 ton setara dengan 55 juta rupiah. Bangunan dengan seharga 100 juta dan disel serta mesin pengolahan seharga 50 juta. Kebakaran tidak mengakibatkan kebakaran.
Perusahaan yang sudah berjalan tepat satu tahun ini saat ini sedang dibenahi untuk beroperasi kembali.
Pabrik yang merupakan kreasi Santri Pondok Pesantren Pandu Dewa Taman Sari Kecamatan Butuh kabupaten Purworejo ini adalah untuk menciptakan lapangan kerja warga sekitar dan digunakan untuk meningkatkan kreatifitas terutama mengolah limbah plastik padat yang sudah mampu merambah ekspor. Sebagai bentuk ekonomi kreatif Usaha Kecil Mikro dan Menengah.
Program pengolahan limbah yang merupakan Zero waste program ini telah menciptakan lapangan kerja sampai desa Rowodadi Kecamatan Grabag dan sekitarnya. Beberapa usaha perbaikan dilakukan dengan gotong royong.

Penulis :
Dumadi Tri Restiyanto
Ketua DPW Petani Jateng

Jangan Seret ke Politik Praktis


Siaran Pers DPW PETANI Jawa Tengah

 

*PETANI Jawa Tengah Membumikan Pancasila Dalam Negara Gotong Royong Bukan Terlibat Politik Praktis.*

 

Semarang – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI) Jawa Tengah (Jateng) Dumadi Tri Restiyanto sangat menyayangkan pihak-pihak yang memiliki agenda terselubung dalam pencapaian kepentingannya dengan memanfaatkan PETANI Jawa Tengah dalam tahun politik ini pada acara-acara seremonial dengan mengatas-namakan PETANI khususnya PETANI Jateng seperti yang terjadi pada Minggu Tanggal 15 April 2018 di Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

“Kami (red: DPW PETANI Jateng) mendapatkan undangan untuk mengumpulkan Kelompok PETANI Pembudidaya Sapi Perah pada acara sosialisasi Gerakan Minum Susu dan Dialog bersama dengan seorang tokoh Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) yang sengaja hadir dalam acara tersebut. Akan tetapi pada kenyataannya yang sangat disayangkan pada acara tersebut justru beberapa perwakilan dari Kelompok PETANI Pembudidaya Sapi Perah kami diarahkan untuk mendukung salah satu calon yang sedang maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah,” kata Dumadi Tri Restiyanto, di Semarang, Minggu (15/4/2018) yang merupakan PETANI lulusan Pascasarjana Universitas Diponegoro dan juga mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Semarang semasa kuliah dulu.

PETANI tidak boleh terlibat dalam politik praktis untuk mendukung salah satu nama yang maju dalam pemilihan, baik Pemilihan Bupati/Walikota ataupun Pemilihan Gubernur. PETANI berkewajiban untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional sesuai dengan arahan dan instruksi dari Ketua Umum PETANI Bapak Satrio Damardjati, karena PETANI adalah profesi yang mulia serta merupakan Penyangga Tatanan Republik Indonesia seperti yangn pernah dikatakan oleh Presiden Soekarno, selain itu PETANI memiliki visi dan misi perjuangan politik yakni politik pangan, lanjut Dumadi.

“Visi dari perjuangan PETANI itu sudah jelas dan digariskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) PETANI bagaimana mewujudkan Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal dan Agribisnis Kerakyatan dengan membumikan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan 8 (delapan) Misi arah gerak perjuangan PETANI; (1.) Gerakan Nasional Kaum Muda Bertani & Bangga Jadi PETANI, (2.) Gerakan Nasional Keluarga Tani Mandiri, (3.) Gerakan Nasional Lumbung Benih Tani Mandiri, (4.) Gerakan Nasional Konsumsi Pangan Sehat, (5.) Gerakan Nasional Lumbung Pangan Tani Mandiri, (6.) Gerakan Industrialisasi Pangan Nasional Berbasis Kerakyatan, (7.) Kampanye Nasional Gerakan Susu Untuk Anak Indonesia Sehat & Cerdas, dan (8.) Kampanye Ikan Sebagai Sumber Protein dan Gizi Rakyat inilah misi perjuangan politik PETANI sebagaimana tertuang dalam AD-ART PETANI yang secara keorganisasian telah berdiri hampir 24 tahun lalu ini serta bagaimana PETANI membumikan PANCASILA dalam Negara Gotong Royong. Jadi kalau mereka (red: Salah satu calon tersebut) baru bicara jualan Gerakan Minum Susu, kami (red: PETANI) sudah bergerak sejak 24 tahun lalu mengkampanyekan nasional gerakan susu untuk anak Indonesia sehat dan cerdas melalui Kelompok-kelompok PETANI Pembudidaya Sapi Perah.” kata Dumadi disela-sela kegiatannya bersama rekan-rekan Kelompok PETANI Pembudidaya Perikan Lele di Sekretariat DPW PETANI Jawa Tengah di daerah Jalan Cinde Kota Semarang.

Marilah kita para PETANI Jawa Tengah bersama-sama membumikan PANCASILA Dalam Negara Gotong Royong sesuai dengan Visi dan Misi Perjuangan PETANI bukannya malah terjerumus dalam politik praktis musiman semata, tambahnya.

 

(Red: Biro Propaganda dan Jaringan PETANI Jawa Tengah)

Permodalan Beternak Lele


*KHUSUS AREA JATENG*

Assalamualaikum wrWb,
Maaf bukan maksud mempengaruhi atau menawarkan hutang, namun ingin menawarkan suatu sistem usaha kemitraan dan pendampingan permodalan.

Dalam rangka Mewujudkan Program Ketahanan Pangan Masyarakat, kami mengadakan suatu program kemitraan usaha bidang peternakan.

Program kami ini adalah ternak/budidaya yang tergolong mudah serta higienis, yaitu ternak/budidaya Ikan Lele Higienis yang menggunakan sistem bio-sirkulasi, dengan keunggulan sbb:

1. Terbukti mampu mempercepat masa panen

2. Mampu menghemat pakan hingga 40% dengan sistem Permentasi Probiotik

3. Kolam tidak bau dan hemat tempat

4. Mampu mengurangi angka kematian hingga dibawah 2%

5. Pakan Full Pelet permentasi Probiotik, dipadukan dengan susu skim dan cemilan daun-daunan

6. Budidaya lele ini tanpa menggunakan ccm, bangkai ayam dan makanan tidak higienis lainnya.

7. Masa Panen yang cepat antara 4-6 minggu saja.

8. Hemat penggunaan air dan listrik.

9. Akad Permodalan Langsung dengan Direktur Program Tanpa ada tercantum Perihal “Bunga”.

Adapun Untuk mengikuti program kemitraan ini hanya membutuhkan tempat secara berkelompok minimal 5-10 orang (tanggung renteng).

Untuk kolam dan peralatan semua disediakan oleh Managemen P4M Serbaindo, serta bibit beserta pakannya sampai panen (bagi anggota modalnya hanya tempat, tiang bambu SDM yang mau berusaha).

Sebagai estimasi awal, jumlah pinjaman modal dari program ini, tiap orang mendapat pinjaman modal 25 jt diangsur sebesar Rp. 780.000 tiap panen selama 3 tahun atau kurang (cicilan pengembalian modal boleh dibayarkan untuk jangka waktu bbrapa bulan sekaligus) dengan rincian:
1. 5 jt dibekukan di rekening sebagai Tabungan Wajib sekaligus Jaminan (diberikan utuh setelah Lunas),

2. 4.7 jt diblokir di rekening masing2 sebagai angsuran selama 6 bulan untuk antisipasi gagal panen/tahap awal persiapan lokasi).

3. 200rb untuk administrasi, 175rb untuk asuransi (sebagai jaminan jika anggota sakit parah/meninggal, ahli waris tidak dibebani utang), 50rb untuk e-form, Sisanya dialokasikan untuk pelatihan budidaya dan pasca panen, atap greenhouse kolam, 3 buah kolam (kolam diameter 2,5 m, tandon air, aerator, pompa air dan mekanisme pembuangan limbah/air kotor, 11.000 ekor bibit lele, 600 kg pelet, susu skim hingga panen, alat2 timbangan, supervisi dan 8 botol probiotik HB Pro Lele.

Syarat2 mengikuti program kemitraan ini adalah:
1. Pria atau wanita usia minimal 17 th s/d 59 tahun dibuktikan dengan E-KTP/SuKet dari kecamatan dan KK

2. Bukan PNS, Polri, TNI atau pegawai BUMN (ditujukan special untuk ekonomi menengah kebawah dan masyarakat yang tidak memiliki gaji tetap)

3. Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Desa/Kelurahan

4. Tidak mempunyai tanggungan atau kredit di Bank.

5. Seseorang yang mempunyai kejujuran, jiwa wirausaha yang tinggi, konsisten dan bertanggung jawab

6. Menyediakan tempat (tidak direkomendasikan di tempat dengan suhu dingin dan menggunakan air berkaporit (diutamakan yang berasal dari air sumur atau sumber langsung)

7. Bersedia mengikuti 100% arahan dan Standar Operasional Prosesur (SOP) yang ditetapkan Management P4M Serbaindo.

Fasilitas-fasilitas :
1. Pemasangan dan service kolam selama program berlangsung

2. Saprodi (Satuan Produksi) yang lengkap dari A-Z.

3. Jaminan bimbingan hingga sukses

4. Akan dititipkan/diarahkan untuk budidaya Cacing Sutra utk memanfaatkan limbah buangan dari air kolam(target panen minimal 5 liter @15.000 = 75.000/hari atau 2.250.000/bulan, cukup utk biaya bayar listrik dll).

5. Akan dititipkan Kolam pembenihan Lele per-kelompok minimal 3-10 kolam (kapasitas 75.000-250.000 ekor, dengan Asumsi keuntungan bersih 2.250.000-7.500.000/bln)

6. Akan dibimbing untuk pelatihan pasca panen (diversifikasi hasil olahan panen)

7. Akan dibimbing untuk penjualan hasil panen

8. Akan diadakan pelatihan khusus management perusahaan (diharapkan kelompok tersebut berkembang menjadi suatu perusahaan (minimal jadi U.D, P.O atau CV)

9. SEDULURAN SAK LAWASE (setelah program selesai, kerjasama masih bisa dilanjutkan dengan managemen P4M Serbaindo)

>> jika dalam 1 kelompok ada 5 orang, maka cicilan bulanan sebenarnya bs ditutup dari penjualan harian cacing sutra dan bagi hasil penjualan benih lele yang dititipkan, karena manajemen P4M membutuhkan minimal 16.000.000 ekor benih Lele/bulan yang siap kami tampung/Beli.

*INGAT2,.. MODAL HANYA TEMPAT DAN ORANG YANG MAU BERUSAHA SERTA TIDAK MEMBERIKAN AGUNAN/JAMINAN.
APABILA BERNIAT ATAU PERLU INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI SAYA”
INSYAALLAH BERMANFAAT”

Catatan:
Alamat kantor pusat P4M (Program Pendampingan Permodalan dan Pemberdayaan Masyarakat) Serbaindo:

Jln. Tirtoyoso No. 49
RT 6/6, Nanggulan
Kel. Kutowinangun Kidul
Kec. Tingkir, Kota Salatiga
Kodepost 50742

LegalitasKami:

PENGADILAN NEGERI SALATIGA, Nomor: 15/PCV/1/2014/PN.SAL
NPWP Nomor: 03.346.436.3-505.000
SIUP Nomor: 503.3/66/PK/X/206/2015
TDP Nomor: 0974/3/206/2015
Izin HO Nomor: 503.2/3/206/2015

 

Informasi lebih lanjut Hubungi/Kontak:

Pelatihan Lele berbasis Digital Marketing


Pengumuman Pelatihan

Pelatihan Marketing Digital dan Ternak lele bio Sirkulasi. Akan di laksanakan di Gedung Telkom Divre Jateng DIY jl Pahlawan no 10. Tanggal 25 April 2018. PUKUL 08.00 sampai 16.00 dengan Materi

1. Komunikasi dan Marketing go Digital.
Pembicara : Dari PT Telkom.
2. Motivasi Bisnis dan Kewirausahaan.
Pemateri : Dumadi Tri Restiyanto, SE, MSi. Ketua DPW Petani Jateng
3. Hukum dan HAM
Pemateri : Agus Isdinawan, SH.
PT PN IX Jateng
4. Beternak Lele Bio Sirkulasi.
Pemateri : Iman, SS
Ketua DPC Petani Salatiga.

Peserta dilibatkan kontribusi tiap orang Rp. 200.000, 00
Dan tiap DPC Petani diwajibkan minimal mengirim 2 orang peserta . Dan konfirmasi peserta tanggal 17 April 2018 sudah diterima panitia.
Konfirmasi pada Bendahara DPW Ujang Sumbarjo 081575119847 Ketua Panitia Arinof, 085741048324 Sekretaris Moh tar. 088838556900
Demikian pengumuman Saya Atas Perhatian saya Ucapkan terima kasih.

DPW Petani Jateng

Dumadi Tri Restiyanto
Ketua

Mengekor Semangat Edi Nur Sasongko


Dumadi Tri Restiyanto:

 

Mengekor Semangat Edy Nur asas ongkos

 

Edy Nur Sasongko sebagai Rektor Udinus adalah seorang interpreneure yang cukup bisa kita contoh dan kita tiru. Semangatnya yang fisioner telah membangun sebuah visi masa depan yang kuat dalam dunia pendidikan dan komputer informatika. Beliau pelopor dunia komputer dan teknologi informasi Jawa Tengah dan Nasional. Dengan diawali dengan iklan penawaran dunia pendidikan yang katrok, nyangdut banget serta dengan bahasa pasar atau Rakyat bawah. Dia menyebarkan pasukan marketing yang tradisional dan klasik.ditugasi kru pemasaran dengan membagi pamplet dan keliling sekolah dengan mencatat setiap informasi kelulusan.
Dengan metode yang sangat dasar dan tradisional ini dia bisa meraup untung besar dan murid yang cukup banyak sebuah sekolah kursus bernama IMKA ( Institut Manajemen dan Informatika) di Jalan Sriwijaya depan BPLP ( Balai Latihan Pendidikan Pelayaran ) yang sekarang menjadi PIP ( Politeknik Ilmu Pelayaran) waktu itu jalan kecil di pusat kota Semarang. Dengan semangat kreatif dari kursus bulanan sampai D1, D3 bahkan S1 dan berkembang tidak sampai waktu 5 tahun. Akhirnya beliau mendirikan Universitas Dian Nuswantoro dengan Icon Basuki si Karyo yang udik banget merantau ke kota Metropolitan sebagai pedagang batik subsisten atau kecil kecilan cukup untuk biaya hidup. Karena iklan inilah Udinus mampu meraup minat mahasiswa yang besar dari berbagai kalangan, latar belakang dan profesi atau pekerjaan. Akhirnya para mahasiswa korban iklan pun bangga dengan Universitas Ini. Hal yang luar biasa membangun motivasi mahasiswa.
Dilakukan lah pengembang kerjasama dengan ITB dan luar negeri. Berkembang dengan ide ide kreatif. Udinus tidak perduli bahan baku. Bahkan tidak mempersoalkan IQ dan kemampuan akademik sewaktu SMA. Inilah sebuah proses pengolahan Sumber Daya Manusia yang luar biasa. Dan sekarang Udinus telah bertempat ke jantung kota Semarang. Merupakan lokasi yang berdekatan dengan Tugu Muda , Wisma Perdamaian dan Lawang Sewu. Dan lulusannya tidak kalah dengan universitas negeri dan yang lebih tua.

Budidaya Lele Sehat Layak Konsumsi


Budidaya Lele Sehat dan Layak Konsumsi.

Banyak penulis saat ini. Terutama bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Tapi Sri Wiyono, laki laki muda yang lahir di Karanganyar, 25 Desember 1989 . Usia yang cukup belia untuk menjadi seorang penulis. Tinggal di Jl. Lalu KM 20 , Karan Joho RW01 RW 10 gayam dompo. Karanganyar dengan wa . No 08972013515 . Berlatar belakang Teknik Mesin Otomotif. SMK Muhammad yah 3 Karanganyar. Mengawali beternak Lele bulan Januari 2013.
Buku ini bagus untuk dibaca karena bisa menjadi sebuah pendekatan dan referensi bagi peternak lele pemula atau yang sudah mapan dan mahir.
Saat anda rugi dalam beternak Lele pasti ada yang salah dalam tindakan anda. Dengan ternak lele dengan tidak tahu teknisnya sama saja buang buang uang . Buku ini membongkar salah langkah dalam beternak Lele.
Memiliki buku ini tidak ada ruginya meski tidak sempurna paling tidak Sri Wiyono berani mengungkapkan segala persoalan dan pengalamannya beternak Lele.
Bab akhir bukunya dia mengungkapkan beberapa uji coba yang dilakukan sendiri dalam proses budidaya lele. Memberikan contoh tabel dan Daftar pustaka. Jadi meski tidak berpredikat Sarjana dia mampu membuat skrip skrip tulisan yang layak untuk dibaca.
Meski terkesan kaku karena latar belakang pendidikan Sri Wiyono yang teknik, namun sebenarnya buku ini mudah dibaca dan komunikatif. Tidak dengan bahasa intelektual yang memusingkan untuk mengisi literatur literatur Jurnal ilmiah perikanan.
Diawali dengan perhitungan budidaya lele baik harga pokok produksi dan penjualan. Serta menceritakan tingkat keuntungan yang tidak muluk muluk. Namun membuka tabir bahwa ternak lele itu memiliki masa depan jika digarap modern dan mengingat dimasa depan keterbatasan ruang cukup dapat menghasilkan lele yang bisa merupakan peternakan ikan air tawar yang menjadi penghasilan pokok dan bukan hanya sembilan. Baik untuk dibaca peternak lele yang sukses maupun gagal.
Buku ini detail mengeluarkan teknik pemijahan. Bahkan pakan secara pre biotik. Dan beberapa makanan alami yang berupa bakteri dan berbagai bentuk fermentasi.
Dengan membandingkan teknik 1. BIOFLOG
2. GREEN WATWER SISTEM DAN 3. RED WATWR SISTEM.
Dan membuka awalan pemikiran bahwa beternak Lele modern itu hasilnya cukup besar namun tidak bisa lengah dan dianggap remeh. Dan sebenarnya bila Sri Wiyono ini memiliki Tingkat Pendidikan Tinggi dengan kemampuan ilmu manajemen Sri Wiyono membukakan bahwa lele bisa merupakan perusahaan Agrobisnis Jangka Panjang yang bisa menyerap tenaga Kerja baik Berbentuk PT yang dinaungi Swasta atau BUMN yang go publik.
Buku ini berisi hasil yang lebih murah biayanya dari sistem konvensional dengan pakan pabrik ke dalam proses organik yang sehat ramah lingkungan dan anti kolesterol.
Sayang di sini tidak dibahas persoalan SNI,ISO 9002 dan ISO 14001 sebagai sebuah prasarat ekspor. Karena memang belum terpikirkan oleh penulis.
Tapi paling tidak kita mengapresiasi buku ini. Tak ada salahnya mempraktekkan beternak Lele dengan memiliki buku ini . Ibarat orang pergi dengan petunjuk peta atau jps lebih bisa memberi petunjuk daripada berjalan seperti orang buta.
Jika anda ingin berjalan terang dalam beternak Lele bisa memiliki buku ini menghubungi Dumadi Tri Restiyanto melalui wa 083137046189 dengan harga 100.000 rupiah belum dengan ongkir. Lebih baik sekolah atau mengaji sebelum bingung di perjalanan tua nanti. Seperti beternak Lele tak punya buku ini. 😆😆

Jangan Takut Bisnis on line digital


Jangan Takut Bisnis on line go Digital

Pasar Persaingan Sempurna adalah pasar dimana demand berbentuk garis sejajar dengan garis ordinat X , dimana jelas bahwa tidak dimungkinkan adanya sur plus konsumen atau produsen. Dengan asumsi dasar
1. Mobilisasi sumber daya sempurna.
2. Tidak terjadi asimetris information
3. Teknologi tidak berubah.
4. Mobilitas tenaga kerja sempurna.
Kondisi ini dianggap kondisi yang ideal. Mungkinkah kondisi ini terjadi. Secara ideal kondisi ini tercapai bila transparan si dan keterbukaan serta cepat nya informasi. Mungkin hal ini terjadi dalam jangka pendek tapi jangka panjang tidak.
Karena dengan semakin cepat informasi namun di sela-sela informasi masih ada peluang. Karena pemerataan informasi tidak serta merta begitu saja terjadi.
Seseorang membeli kucing dalam karung betul betul terjadi. Seorang pecinta kucing membeli seekor kucing dengan harga mahal tanpa tahu kondisi fisik kucing itu hanya melihat Pampangan gambar foto di koran dan menghubungi iklan penawaran kucing melalui iklan kecik di koran melalui sms nomer penjual dan mentransfer sejumlah uang dan besoknya kucing dikirim dan sampai di pembeli dengan puas. Ini fenomena jual beli antara pedagang dan pembeli kucing sebelum muncul media sosial dan media bisnis merebak saat ini. Jelaslah bahwa teknologi berubah tapi esensi perdagangan tetap postulat klasik bahkan primitif yaitu terjadi kesepakatan penjual dan pembeli.
Kuncinya adalah kepercayaan si pembeli dan penjual yang memiliki keyakinan hanya dengan melihat kelurahan isi penawaran melalui iklan kecik.
Di satu sisi perkembangan teknologi seakan menjadi momok dan orang akan tergeser begitu saja bila tidak memiliki akses informasi seperti sekarang. Bayangkan pedagang sayur jam tiga pagi membeli sayur hanya dengan tanpa menghitung jumlah ikatan sayuran tanpa melihat isi dan percaya pada penjual tinggal menukar karung dan membayar dengan sewelasan, yaitu sebelas ikatan dibayar sepuluh. Dan sejak dulu kala orang itu menjalani kehidupan itu dan bertahan eksis dan memiliki keuntungan besar karena pengetahuan barang yang dia beli dan dia jual.
Saat ini perlu dan penting media sosial dalam perdagangan, namun pertemuan pembeli dan penjual itu penting juga. Meski dengan melihat gerak gerik seseorang di dunia maya orang dalam waktu tertentu bisa menilai kredibilitas, karakter, kapasitas, kabilitas dan kolateralitas seseorang untuk mendapatkan transfer barang atau transfer uang untuk transaksi sebelum bertemu.
Itulah dunia perdagangan kuncinya kepercayaan