PAMERAN SENI RUPA “MEMBACA RUANG URBAN (KOTA)”


Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008

PAMERAN SENI RUPA
“MEMBACA RUANG URBAN (KOTA)”
I. LATAR BELAKANG
A. “RUANG URBAN (KOTA)”
Ruang urban (kota) merupakan wacana yang
diproduksi dalam relasinya terhadap ruangruang
yang dimaknai-ditandai antara memaknaimenandai.
Dikotomi merupakan hal yang mudah
(meski belum tentu sebagai prosedur bicara substansi pembeda) dalam
pembedaan yang gamblang untuk memisahkan secara geografis, antar
mana “kota” yang urban dan “desa” yang rural. Kita mengenal kota
sebagai pusat aktivitas ekonomi, politik, sosial dan budaya yang
komplek, rumit dan sangat “akademik”, sedangkan desa memiliki sistem
ekonomi dan politik yang tidak “sekomplek” kota. Dikotomi desa dan
kota dalam konteks Indonesia memperlihatkan kehidupan modern dan
tradisional yang berbaur. Terjadi serapan nilai-nilai modern cepat atau
lambat. Sementara di sisi lain, kita berupaya mempertahankan dan
mendaur ulang makna dan nilai tradisional. Lebih-lebih pada era
globalisasi sekarang, terjadi berbagai campuran unik, yang
menghadirkan berbagai kontradiksi, negosiasi sosial dan negosiasi
budaya ditingkat lapangan – identitaspun dianggap kabur.
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
2
Namun, yang perlu dipahami adalah bahwa kota adalah tempat tak
bertuan yang menjadi hak siapa saja, milik siapa saja sekaligus bukan
milik siapa-siapa, ia adalah ruang yang selalu direproduksi. Kota tidak
lain adalah diri kita sendiri, yang berkembang melalui identifikasi
bersama. Ia selalu membanding-bandingkan, terjadi ekspansi dan
reduksi, orang datang dan pergi, peraturan baru, trend datang silih
berganti, ragam aktivitas, paras yang selalu berubah, siapapun bisa
menggunakan, meminjam, membuang bahkan “mengaduknya” dalam
praktik sosial, budaya dan secara kreatif. Ia menginterpretasikan
relasi resistensi dan dominansinya.
Wacana tersebut diatas menjadikan kegelisahan oleh para pelaku seni
khususnya dalam Komunitas Luk dalam melihat berbagai fenomena
permasalahan dalam wacana “Ruang Urban (Kota)”. Dan hal inilah yang
akhirnya melatarbelakangi diadakannya kegiatan pameran seni rupa
dengan tajuk tema “Membaca Ruang Urban (Kota)”.
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
3
B. “KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG”
Kota Lama Semarang telah menjadi satu obyek yang
sangat menarik. Historisitas Kota Lama Semarang
seakan menyiratkan ia menjadi lahan percobaan dan
uji coba para arsitek, militer, pedagang, politisi,
maupun para bangsawan Belanda pada masanya
dalam menuangkan ide-ide perencanaannya. Kawasan
Kota Lama sebagai peninggalan bangsa Belanda ini, sekilas terlihat
“utuh dan terawat” sampai saat ini. Setelah dicanangkansebagai salah
satu obyek pariwisata di kota Semarang dan dipromosikan sebagai
bagian dari landmark kota Semarang, dengan julukan “Little
Netherland” maka banyak peneliti perkotaan, pemerhati, dan
siapapunmengerubutinya bak mata air yang tak habis-habisnya ditimba.
Di luar paras dan keseksian Kota Lama sebagai landmark kota, bahwa ia
telah berkembang menapaki pergumulan di ranah ekonomi, politik,
sosial dan budaya. Proses identifikasi dirinya selama ini telah
memberikan makna bagi siapa saja untuk menafsir dan memproduksi
wilayah tersebut. Kota Lama disiang hari tentu berbeda dengan
dimalam hari, begitupun Kota Lama dalam berbagai penandaan dan
pemaknaannya.
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
4
Namun begitu sebagai salah satu ikon Jawa Tengah khususnya kota
Semarang dalam perjalanannya Kota Lama masih perlu lagi pemikiranpemikiran,
tindakan-tindakan yang lebih nyata sehingga keberadaannya
bisa dirasakan, dinikmati, dimiliki atau minimal menjadi kebanggaan
masyarakat. Dan hal ini pula yang menjadi salah satu alasan yang
melatarbelakangi Komunitas Luk melaksanakan pameran seni rupa
“Membaca Ruang Urban (Kota)” ini di kawasan “Kota Lama” Semarang.
II. TUJUAN
A. TUJUAN LANGSUNG
Adapun tujuan langsung diadakannya pameran seni rupa dengan tajuk
tema “Membaca Ruang Urban (Kota)” ini adalah :
1. Memberikan shock therapy atau minimal mencoba mengingatkan
kembali kepada semua kalangan baik para pengambil kebijakan
(penguasa), akademisi, maupun masyarakat umum bahwa
sebenarnya kita memiliki obyek-obyek historis yang penting
seperti “Kota Lama” yang seharusnya masih dan sangat perlu kita
beri perhatian lebih sehingga keberadaannya benar-benar bisa
langsung dirasakan, dinikmati, dimiliki atau minimal dibanggakan
oleh masyarakat.
2. Menjadi salah satu daya tarik yang akan memicu masyarakat untuk
mengunjungi kawasan “Kota Lama” Semarang.
3. Memasyarakatkan kembali kesenian kepada masyarakat.
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
5
B. TUJUAN TIDAK LANGSUNG
Sedangkan kegiatan pameran seni rupa dengan tajuk tema “Membaca
Ruang Urban (Kota)” ini secara tidak langsung bertujuan untuk :
1. Lebih mengenal luaskan kawasan “Kota Lama” yang memiliki nilai
historis tinggi dan merupakan salah satu ikon Jawa Tengah
khususnya kota Semarang.
2. Ikut mendukung program “Visit Indonesia Year 2008” yang telah
dicanangkan oleh Pemerintah khususnya untuk wilayah Jawa
Tengah sendiri.
3. Menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat terhadap
kota Semarang khususnya kawasan “Kota Lama”.
4. Memberikan rekomendasi atau pemikiran-pemikiran guna
pengembangan kawasan “Kota Lama” untuk selanjutnya.
III. NAMA, TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Nama Kegiatan : Pameran Seni Rupa “Membaca Ruang Urban (Kota)”
Tempat : Kawasan Kota Lama, Semarang
Sepanjang Jl. Let Jend Soeprapto (outdoor),
Deskripsi lengkap pada peta
Waktu : 12 – 17 Desember 2008
Peserta : Komunitas Luk, Semarang
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
6
IV. SUSUNAN ACARA
Terlampir dalam lampiran 1
V. RENCANA ANGGARAN
Rencana Anggaran Biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan pameran
seni rupa “Membaca Ruang Urban (Kota) ini sebesar Rp. 33.000.000;
(Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah), seperti dalam rincian yang terlampir
(lampiran 2).
VI. RENCANA SUMBER DANA
1. Dewan Kesenian Semarang (Dekase)
2. Sponsor dan Donatur
VII. KERJA SAMA
1. Dewan Kesenian Semarang (Dekase)
2. Badan Pengawas Kawasan Kota Lama (BPK2L)
3. mediaCare
VIII. SUSUNAN PANITIA
Terlampir dalam lampiran 3
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
7
IX. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan Pameran Seni Rupa “Membaca Ruang Urban
(Kota)” ini kami buat. Guna mendukung terselenggaranya kegiatan
tersebut kami mengajukan kerjasama dengan semua pihak yang terkait.
Semarang, November 2008
Ketua Panitia,
Triyono (Konde)
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
8
Lamipran 1
SUSUNAN ACARA PENDUKUNG
PAMERAN SENI RUPA
“MEMBACA RUANG URBAN (KOTA)”
Tanggal Acara Waktu (WIB) Pendukung
12-12-‘08 – Pembukaan 16.00 – 16.30
– Performance Art Tari 16.30 – 17.30 Paminto
– Diskusi 19.30 – selesai Kris Wandono
13-12-‘08 – Exsebisi Musik 19.00 – selesai Yudi Bravi
14-12-‘08 – Wayang Limbah 19.00 – selesai Kang Lawu
15-12-‘08 – Musik Keroncong 19.00 – selesai Tanto Cs.
16-12-‘08 – Wayang Dongeng 19.00 – selesai Trontong Sadewa
17-12-‘08 – Perkusi 19.00 – selesai Kelompok Solo
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
9
Lampiran 2
RENCANA ANGGARAN BIAYA
PAMERAN SENI RUPA
“MEMBACA RUANG URBAN (KOTA)”
Jumlah Total
No. Kegiatan Volume
Biaya (Rp) (Biaya)
1 Belanja Uang Honor
– Honor Pembicara 3 750.000; 2.250.000;
– Honor Panitia 10 100.000; 1.000.000;
2 Belanja Bahan
– ATK 1 200.000; 200.000;
– Komputer supplies 1 300.000; 300.000;
– Rapat-rapat komite seni rupa 5 50.000; 250.000;
– Dokumentasi 1 800.000; 800.000;
– Spanduk 1 400.000; 400.000;
– Penyusunan dan pencetakan katalog 100 50.000 5.000.000;
3 Belanja Non Operasional Pameran
– Fasilitas dan kegiatan pendukung lainnya 1 22.800.000; 22.800.000;
Total Biaya Anggaran 33.000.000;
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
10
Lampiran 3
SUSUNAN PANITIA
PAMERAN SENI RUPA
“MEMBACA RUANG URBAN (KOTA)”
A. Steering Committee
Penanggung Jawab : Marco Marhadi, S.H.
(Ketua Dekase Semarang 2008-2012)
B. Organizing Committe
Ketua : Konde (Ex-Officio Ketua Komite Seni
Rupa Dekase)
Sekretaris : Sho’im Buchori
Bendahara : Stephanus
Ko. Acara : T. Sadewa
Ko. Karya : Gunawan
Ko. Perijinan & Lokasi : Daniel
Ko. Display & Sarpras : Tono M
Ko. Keamanan Kebersihan : Supriyadi
Ko. Katalog & Undangan : B. Prasetyo
Ko. Konsumsi : Kadar TT
Ko. Dokumentasi : Tim Luk
C. Media Committe
mediaCare team
D. Alamat dan Kontak Person
Jl. Gedongsongo Timur I No.6 RT 3 RW 1 Semarang
Konde : 08812420611
Gunawan : 081325697858
Semarang, November 2008
Ketua Panitia Sekretaris
Triyono (Konde) Sho’im Buchori
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
11
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
12
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
13
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
14
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
15
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
16
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
17
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
18
Membaca Ruang Urban (Kota)
Luk2008
19

Advertisements

One thought on “PAMERAN SENI RUPA “MEMBACA RUANG URBAN (KOTA)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s