kronologi proses klb gmni di semarang


KRONOLOGIS PROSES KLB

1. TRAGEDI KELAM “KONGGRES XIII”

a. Proses Sebelum Konggres XIII

1. Kevakuman Gerakan GMNI

Bahwa proses pergerakan GMNI secara nasional dapat dianggap mandul, apabila ditinjau secara organisatoris, kerjasama secara tim dalam kepemimpinan nasional akibat dari friksi Kelompok Sekjen, Kelompok Ketua dan Kelompok yang mengaku netral. Masing-masing berjalan menurut jalur “idelisme” dan kepentingan masing-masing disamping faktor-faktor lain yang menjadi penyebab, tetapi yang jelas problem kemandekan kerja organisasi telah terjadi akibat keretakan Pimpinan nasional tersebut. Walaupun selintas nampak gaung GMNI sesekali nampak dengan one man show A. Baskara akan tetapi, keropos jualah dalam keorganisasiannya. Nyata, Tidak ada konsolidasi nasional, batalnya rakornas, pecahnya panitia konggres ke XIII dll adalah tantangan dan awal penyebab dari konfliks-konfliks internal GMNI akhir-akhir ini.

2. Konggres GMNI ke XIII

Pada awal September 1999 Keluarlah Surat edaran ke seluruh cabang dari panitia Konggres ke XIII di Kupang dengan ditandatangani Wakil ketua panitia pelaksana Bung Ronny Abi dan Sekretaris Bung Viktus Murin berisi tentang jadwal pelaksanaan konggres di Kupang pada tanggal Oktober.

Anehnya, muncul surat lain dari Ketua Presidium GMNI Bung Ayi Vivananda tentang mundurnya Konggres Ke XIII di Kupang karena beberapa hal.

3. Proses Percepatan yang dilakukan cabang-cabang

Proses ini dilakukan oleh DPC-DPC akibat tidak jelasnya waktu pelaksanaan Konggres XIII GMNI di Kupang, yang seharusnya diselenggarakan pada bulan Januari 1999.

Pertemuan antar cabang se-jawa Bali di Malang

Diawali pertemuan antar cabang GMNI se-Jawa Bali yang difasilitasi oleh DPC GMNI Malang pada bulan Maret 1999 menghasilkan beberapa butir kesepakatan yang diantaranya :

1. Lebih mengintenskan pertemuan-pertemuan antar cabang sebagai langkah solusi bagi kemandekan GMNI secara nasional

2. Mengagendakan pertemuan selanjutnya di Jogjkakarta dengan agenda acara:

a. Pendalaman ideologi Marhaenisme

b. Mempertajam strategi dan taktik perjuangan GMNI

Pertemuan ini dihadiri oleh Cabang Malang, Solo, Surabaya, Jember, Jogjakarta, Bandung dan Pasuruan.

Pertemuan antar Cabang se-Indonesia di Jogjakarta

Pertemuan yang dilakukan pada tanggal 10–13 Mei 1999 ini dilaksanakan di Kaliurang dengan berbagai session acara diantaranya :

1. Seminar tentang Ideologi

2. Pembahasan Materi-materi ideologi dan strategi juang GMNI

Menghasilkan rekomendasi, diantaranya :

1. Marhaenisme sebagai teori perjuangan GMNI

2. Mengagendakan pertemuan selanjutnya di Surabaya dengan agenda Pembahasan pendalaman lebih lanjut materi yang telah dibahsa di Jogjakarta.

Pertemuan ini dihadiri oleh cabang Malang, Solo, Surabaya, Jember, Jogjakarta, Pasuruan, Jakarta, Bandung, Semarang, Pontianak, Garut, Bogor, Purwokerto dan Depok.

Pertemuan antar Cabang se-Indonesia di Surabaya

Pertemuan yang dilakukan pada tanggal 2-4 Juli 1999 ini dilaksanakan di Surabaya dengan session acara diantaranya :

1. Seminar tentang Ideologi

2. Pembahasan Materi-materi ideologi dan strategi juang GMNI

3. Pembahasan kondis GMNI

Menghasilkan rekomendasi, diantaranya :

1. Merekomendasikan Marhaenisme sebagai teori perjuangan GMNI di Kongres selanjutnya

2. Mengagendakan pertemuan selanjutnya di Pontianak dengan agenda pembahasan lebih teknis dari materi yang telah dibahas di Surabaya.

Pertemuan ini dihadiri oleh cabang Malang, Solo, Surabaya, Jember, Jogjakarta, Pasuruan, Jakarta, Bandung, Semarang, Pontianak, Garut, Bogor, purwokerto dan Depok.

Proses konsolidasi horizontal ini kemudian terceria beraikan oleh pelaksanaan konggres yang belum terselesaikannya pra-syarat keberlangsungannya.

4. Tekanan Cabang-Cabang Kepada Presidium Mengenai Pelaksanaan Kongres XIII

Adanya tekanan dari DPC-DPC kepada Presidium, terutama pada sdr. Baskara (Sekjen) dalam pertemuan antar cabang di Jogyakarta (Mei 1999) mengenai kepastian pelaksanaan Konggres XIII, yang harusnya telah dilaksanakan Januari 1999. Dalam pertemuan tersebut dan pertemuan-pertemuan antar DPC dengan Presidium, disampaikan beberapa alasan mengenai penundaan Konggres XIII di Kupang. Adapun alasan-alasan penundaan yang disampaikan oleh Presidium dalam beberapa pertemuan, adalah :

1. Kesibukan beberapa fungsionaris Presidium yang menjadi Caleg, dalam proses Pemilu 1999.

2. Kesulitan mengadakan Rapat Presidium yang Kuorum.

Alasan-alasan tersebut jelas tidak dapat diterima oleh sebagian besar cabang GMNI, karena :

1. Beberapa fungsionaris Presidium yang menjadi caleg tersebut, jelas telah melanggar AD/ART, dimana disebutkan fungsionaris struktural GMNI dalam semua tingkatan dilarang menjadi anggota partai politik tertentu. Sehingga tindakan yang dilakukan oleh beberapa fungsionaris Presidium tersebut, oleh sebagian besar cabang dianggap sebagai suatu pelacuran politik.

2. Kesulitan Presidium dalam mengadakan rapat yang kuorum, menunjukkan ketidakmampuan Presidium dalam mengorganisir dirinya sendiri, apalagi mengorganisir cabang-cabang !!!

3. Kedua hal yang tersebut diatas jelas bersumber pada kurangnya komitmen untuk membangun organisasi, dan posisi sebagai Presidium lebih banyak dipakai untuk kepentingan dan ambisi pribadi.

5. Datangnya surat Undangan Konggres ke-XIII di Kupang (yang membingungkan)

Pasca tekanan cabang-cabang mengenai kepastian pelaksanaan Kongres XIII, maka Presidium mengirimkan beberapa kali surat mengenai Kongres XIII ke cabang-cabang. Surat-surat tersebut, antara lain :

1. Surat pertama : Akhir Mei 1999

– Mengenai Kepanitiaan Kongres XIII yang diketuai oleh sdr. Arif Wibowo

– Mengenai pelaksanaan Kongres XIII di Kupang yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus 1999.

Surat ini ditandatangani oleh Arif Wibowo sebagai ketua Panitia, yang diketahui oleh sdr. Ayi Vivananda selaku ketua Presidium.

2. Surat kedua : Awal Juni 1999

– Mengenai pembatalan kepanitiaan Kongres XIII yang diketuai oleh sdr. Arif Wibowo.

– Mengenai Kepanitiaan yang baru, yang diketuai oleh sdr. Viktus Murin.

– Mengenai pengunduran tanggal pelaksanaan Kongres XIII di Kupang, yaitu pada tanggal 8 – 13 Oktober 1999

– Undangan Seminar pra-Kongres di Gedung Juang Jakarta, pada pertengahan September 1999.

Surat ini ditandatangani oleh Viktus Murin sebagai ketua Panitia, yang diketahui oleh sdr. Ahmad Baskara selaku SekJen Presidium.

3. Surat ketiga : Akhir Juli 1999

– Klarifikasi oleh sdr.Arief Wibowo dan sdr. Ayi Vivananda, bahwa proses pergantian kepanitiaan dan pengunduran waktu Kongres dilakukan tanpa melibatkan mereka berdua.

– Penjelasan dari sdr. Abidin yang isinya mendukung klarifikasi oleh sdr.Arief Wibowo dan sdr. Ayi Vivananda.

– Surat tersebut juga menginstruksikan kepada cabang-cabang untuk tidak hadir dalam segala proses Kongres XIII Kupang, dengan alasan setengah dari fungsionaris Presidium tidak dilibatkan dalam proses tersebut.

b. Perjalanan Menuju Kupang

Pertengkaran di Sekretariat GMNI [wisma Marinda, Jakarta]

Bahwa keberangkatan cabang-cabang atas dasar keinginan untuk mengetahui secara objektif apa dan bagaimana persoalan di tingkat presidium tentang pelaksanaan Kongres XIII GMNI di Kupang dan bagaimana cara penyelesaiannya yang tidak meminggirkan salah satu pihak yang ada.

Agenda utama DPC GMNI se Indonesia adalah berharap persoalan konflik antar pengurus presidium agar segera terselesaikan sebelum berangkat ke Kupang. Sampai pada akhirnya, disepakati oleh antar-pengurus presidium dengan cabang-cabang se-Indonesia untuk mendialogkannya, akan tetapi personal–personal pengurus presidiumlah (catatan : Anggota presidium yang hadir Ayik Vivananda, Viktus Murin, Abidin Fikri, Yulianto, Heronimus Abi) yang membuat pertemuan di Wisma Marinda tersebut menjadi kacau dan terjadi kesalahpahaman antara Panitia nasional dan DPC-DPC GMNI yang berkumpul di Wisma Marinda (02 Oktober 1999). Tidak adanya penyelesaian itulah yang membawa ketidakpastian DPC_DPC untuk berangkat ke Kongres.

Pada akhirnya ada tawaran dari A. Baskara (ia tidak berani hadir di Wisma Marinda; via telepon) bahwa konflik presidium akan diselesaikan bersama di kapal. DPC–DPC memberikan satu pressure kepada presidium bahwa harus ada tandatangan dari ketua presidium dan sekretaris presidium sebagai sebuah bentuk legitimasi formal bahwa antara ketua dan sekretaris tidak ada persoalan dan ditambah anggota presidium yang lain. Dan hal ini tidak dapat terealisir.

DPC GMNI Denpasar, dan GMNI Bandung walaupun hadir di jakarta memutuskan untuk tidak ikut berangkat naik kapal karena ternyata permintaan untuk menyelesaikan Konflik Internal Presidium sebelu Konggres tidak dipenuhi di forum diskusi di Sekretariat.

DPC GMNI Jogja, jauh hari mengatakan tidak akan mengikuti Konggres XIII jika permasalahan internal Presidium belum terselesaikan.

Perjalanan ke Kupang (Kapal Dobonsolo, Tg. Priuk – Tg. Perak – Kupang)

Bahwa janji A. Baskara untuk menyelesaikan persoalan diatas hanya retorika politik semata. Dan ternyata tidak ada sama sekali dari pimpinan nasional yang bergabung dengan cabang-cabang di dalam kapal.

Problem konflik di dalam tubuh pimpinan nasional akhirnya menjadi konfliks horizontal antar cabang, setelah dilakukannya pertemuan-pertemuan yang intensif di dalam kapal Dobon Solo. Hasil dari pertemuan-pertemuan tersebut melahirkan keputusan bersama bahwa kesepakatan atas keberangkatan cabang-cabang se-Indonesia tersebut menjadi otoritas cabang itu sendiri. Hal ini mengakibatkan sikap politik yang berbeda di antara cabang-cabang. Akhirnya DPC GMNI Surabaya dan GMNI Jember mengambil keputusan untuk turun dari kapal di Pelabuhan Perak Surabaya, karena berpendapat situasi Konggres tidak akan kondusif dan tidak akan bermanfaat untuk konsolidasi Organisasi, dan malah akan menjadi pemicu munculnya konflik baru.

Sampai Di Kupang

Proses mengalir dengan berbagai ketegangan diantara cabang yang ada, akibat penyelesaian konfliks dalam pimpinan nasional GMNI.

Selain itu kondisi keamanaan daerah Kupang pada waktu itu terjadi kerwanan setelah Jajak pendapat di Timur menjadikan peserta konggres was-was secara psikologis.

c. Proses Konggres XIII di Kupang

Proses berjalannya Rakornas

Rakornas yang diharapkan sebagai eksplorasi materi-materi bagi perbaikan organisasi ternyata di luar harapan sebagian besar peserta Konggres, diantara kelemahan-kelemahan pelaksanaan Rakornas tersebut adalah :

1. Pembicara dan materi yang diharapkan menjadi memprihatinkan seperti kondisi kupang pada waktu itu, semua pembicara nasional tersedot perhatiannya kepada sidang umum diganti dengan pembicara lokal dan pembahasan materi rakornas pun tak jauh beda.

2. Belum hadirnya anggota presidium secara menyeluruh.

3. Tidak ada Blow up dalam media massa nasional

4. Munculnya pemetaan di dalam cabang-cabang; stigma antara cabang anti kongres ke XIII yang berusaha menggagalkan kongres di kupang tersebut dan cabang pendukung oleh presidium yang hadir di arema Kongres ke XIII.

Insiden dalam forum Koggres

Kongres ke XIII dibuka oleh Gubernur Piet Tallo dan sambutan pimpinan nasional oleh Sekjen presidium GMNI A. Baskara (kondisi yang sangat kentara bahwa pimpinan nasional telah pecah).

Proses di dalam forum konggres ke XIII, sebagai berikut :

q Pembukaan Sidang, memasuku pengantar (belum memasuki Sidang pleno pertama) membahas pengesahan konggres dimulai dipimpin oleh Viktus Murin, berusaha menggiring forum untuk segera menyepakati proses jalannya konggres tersebut, akan tetapi……..

q Kemudian muncul pertanyaan dari Cabang Solo tentang status cabang yang hadir sebagai peserta konggres (status definitif dan Caretaker) dengan pembuktian pimpinan nasional melalui kopi SK presidim,

q Pimpinan sidang diwakili oleh Viktus Murin tidak dapat memberikan jawaban yang logis dan organisasional, malahan Viktus Murin menjadikannya emosi dan menganggap Cabang Solo melakukan perbuatan untuk menggagalkan konggres.

q Disambung dengan komentar cabang-cabang lain…..

(Akhirnya tuntutan cabang solo dengan di perkuat cabang-cabang lainnya tidak dapat dipenuhi dan kemudian melahirkan konfliks dalam forum yang tidak kondusif bagi rekonsiliasi konstitutif)

q Dan terakhir cabang Kupang sebagai tuan rumah konggres ke XIII, menyatakan kalau memang cabang Solo berkeinginan menggagalkan konggres ke XIII ini, diharapkan untuk keluar dari forum konggres ke XIII.

q Dan DPC GMNI Solo keluar dari forum Konggres, melihat itikad baik sudah tidak lagi dipegang sdr. Victus Murin sebagai pimpinan sementara sidang.

q Disusul kemudian DPC GMNI Malang dengan alasan yang hampir sama,

(dengan keluarnya cabang Solo dan Malang telah menjadikan konggres ke XIII tidak memenuhi quorum sebagai konggres berdasarkan konstitusi]

q Selang 3 jam kemudian disusul DPC GMNI Pontianak dan GMNI Medan

q Dan 1 jam kemudian DPC GMNI Semarang.

Walk out sebuah langkah terbaik

Beberapa pertimbangan atau alasan bagi cabang Solo, Malang, medan, Pontianak dan Semarang adalah :

1. Bahwa perbaikan organisasi yang diharapkan dalam konggres ke XIII tersebut jauh dari gambaran-gambaran yang diharapkan sesuai dengan pertemuan-pertemuan antar cabang sebelumnya.

2. Pressure psikhis dan psikologis menjadi warna dominan dalam konggres ke XIII

3. Stigma Presidium yang hadir terhadap cabang yang hadir ; Cabang yang mengingginkan konggres ke XIII gagal dan yang mendukung konggres ke XIII.

(walaupun banyak cabang yang mulanya bersikap seperti cabang-cabang yang Walk out tetapi terbentur persoalan finansial)

Setelahnya

Bahwa cabang-cabang yang walk out, tanpa bantuan apapun dari Panitia Nasional maupun Panitia Daerah “Konggres”, berupaya kembali ke wilayah masing-masing dengan upaya masing-masing. Ada yang menempuh jalan laut, maupun darat.

d. Konspirasi Kupang [Kupangate]

Konspirasi ini terjadi dalam beberapa hal :

1. Kooptasi panitia Nasional dan Lokal konggres ke XIII terhadap peserta konggres

2. Pressure/tekanan psikologis-phisik terhadap peserta konggres

3. Dilakukannya konggres di Kupang bersamaan dengan sidang Umum

4. Hanya dilaksanakan oleh satu faksi pimpinan Nasional

e. Perjalanan DPC GMNI yang Walk Out dari Konggres XIII di Kupang

DPC Solo

DPC Malang

DPC Semarang

DPC Pontianak

DPC Medan

2. PASCA TRAGEDI KELAM DI KUPANG

a. Bali 1st Meeting

1. Waktu :

q Oktober 1999

2. Sifat pertemuan :

q Pertemuan informal

3. Pokok-pokok Agenda :

q Konsolidasi sikap Perlawanan terhadap Hasil Konggres XIII

q Rekomendasi pertemuan selanjutnya di Malang

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Denpasar

q DPC Malang

q DPC Solo

q DPC Medan

q DPC Pontianak

q DPC Jember

b. Malang 2nd Meeting

1. Waktu :

q Oktober 1999

2. Sifat pertemuan :

q Pertemuan informal

3. Pokok-pokok Agenda :

q Konsolidasi sikap Perlawanan terhadap Hasil Konggres XIII

q Rekomendasi pertemuan selanjutnya di Semarang

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Denpasar

q DPC Malang

q DPC Solo

q DPC Medan

q DPC Pontianak

q DPC Jember

q DPC Surabaya

q DPC Semarang

c. Semarang 3rd Meeting

1. Waktu :

q Pada 03 s/d 04November 1999

2. Sifat pertemuan :

q Pertemuan informal

3. Pokok-pokok Agenda :

q Konsolidasi sikap Perlawanan terhadap Hasil Konggres XIII

q Rekomendasi pertemuan selanjutnya di Jember dalam forum Rapat Pimpinan Cabang

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Malang

q DPC Solo

q DPC Pontianak

q DPC Jember

q DPC Surabaya

q DPC Semarang

q DPC Pasuruan

d. Jember 4th Meeting

1. Waktu :

q Januari 2000

2. Sifat pertemuan :

q Rapat Pimpinan Cabang

3. Pokok-pokok ketetapan :

q Maping Cabang Pro dan Kontra Konggres XIII di Kupang

q Penetapan KLB sebagai solusi rekonsiliasi

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Denpasar

q DPC Malang

q DPC Solo

q DPC Pontianak

q DPC Jember

q DPC Surabaya

q DPC Semarang

q DPC Pasuruan

e. Solo 5th Meeting

1. Waktu :

q 23 Februari 2000

2. Sifat pertemuan :

q Halal bi halal

3. Pokok-pokok ketetapan :

q Ketetapan pelaksanaan Lokakarya Nasional di solo

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Malang

q DPC Solo

q DPC Magelang

q DPC Jogjakarta

q DPC Jember

q DPC Surabaya

q DPC Semarang

f. Solo 6th Meeting

1. Waktu :

q 26 s/d 28 April 2000

2. Sifat pertemuan :

q Lokakarya Nasional

3. Pokok-pokok ketetapan :

q Ketetapan Pelaksanaan KLB

q Tempat KLB di Jogjakarta dan Semarang sebagai cadangan

q Draft rekomendasi Lokakarya Nasional sebagai draft KLB.

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Malang

q DPC Banyuwangi

q DPC Solo

q DPC Garut

q DPC Lampung

q DPC Siantar Simalungun

q DPC Magelang

q DPC Pontianak

q DPC Jogjakarta

q DPC Surabaya

q DPC Jember

q DPC Semarang

q DPC Jakarta

q DPC Menado

q DPC Bandung

q DPC Denpasar [fax]

q

q DPC Medan [fax]

g. Surabaya 7th Meeting

1. Waktu :

q 14 s/d 15 Mei 2000

2. Sifat pertemuan :

q Rapat Panitia Pengarah KLB

3. Pokok-pokok ketetapan :

q Nama-nama Panitia Pengarah dari tiap-tiap cabang yang mendukung KLB sebanyak 17 Cabang.

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Solo

q DPC Jogjakarta

q DPC Jember

q DPC Surabaya

q DPC Semarang

q DPC Jakarta

h. Semarang 8th Meeting

1. Waktu :

q 28 Oktober 2000

2. Sifat pertemuan :

q Rapat Panitia Pengarah KLB

3. Pokok-pokok ketetapan :

q Pemindahan dari Jogjakarta ke Semarang

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Solo

q DPC Jogjakarta

q DPC Jember

q DPC Surabaya

q DPC Semarang

q DPC Jakarta

q DPC Malang

q DPC Magelang

i. Semarang 9th Meeting

1. Waktu :

q 11 November 2000

2. Sifat pertemuan :

q Rapat Panitia Pengarah KLB

3. Pokok-pokok ketetapan :

q Penetapan tanggal dan tempat Seminar Pra KLB di Bandung pada tanggal 03 Pebruari 2001

q Penetapan tanggal dan tempat KLB di Semarang pada tanggal 09 s/d 11 Pebruari 2001

q Penetapan thema KLB

q Materi KLB

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Solo

q DPC Malang

q DPC Semarang

q DPC Magelang

q DPC Surabaya

q DPC Jakarta

q DPC Bandung

q DPC Pontianak

q DPC Garut

q

j. Surabaya 10th Meeting

1. Waktu :

q 01 Desember 2000

2. Sifat pertemuan :

q Rapat Panitia Pengarah KLB

3. Pokok-pokok ketetapan :

q Skeduling pelaksanaan KLB

q Draft Verifikasi peserta KLB

q Presentasi Panitia Lokal KLB dan seminar Pra-KLB

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Solo

q DPC Surabaya

q DPC Semarang

q DPC Malang

q DPC Bandung

q DPC Garut

q DPC Banyuwangi

q DPC Pontianak

q DPC Jember

k. Semarang 11th Meeting

1. Waktu :

q 08 Desember 2000

2. Sifat pertemuan :

q Rapat Panitia Pengarah KLB

3. Pokok-pokok ketetapan :

q Penetapan proposal dan Materi KLB

q Pembagian Tugas OC dan SC

q Distribusi Proposal KLB

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Solo

q DPC Surabaya

q DPC Semarang

q DPC Malang

q DPC Bandung

q DPC Jember

l. Bandung 12th Meeting

1. Waktu :

q 12 s/d 14 Desember 2000

2. Sifat pertemuan :

q Rapat Panitia Pengarah KLB

3. Pokok-pokok ketetapan :

q Cheking Persiapan panitia Lokal Seminar pra-KLB

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Solo

q DPC Surabaya

q DPC Semarang

q DPC Malang

q DPC Bandung

q DPC Garut

q DPC Banyuwangi

m. Jakarta 13th Meeting

1. Waktu :

q 14 s/d 16 Desember 2000

2. Sifat pertemuan :

q Rapat Panitia Pengarah KLB

3. Pokok-pokok ketetapan :

q Distribusi tugas dalam Panitia Pengarah

4. Cabang yang menghadiri :

q DPC Solo

q DPC Surabaya

q DPC Semarang

q DPC Malang

q DPC Bandung

q DPC Jember

q DPC Garut

q DPC Banyuwangi

n. Jakarta 14th Meeting

[Sedang berjalan ketika kronologi ini disusun]

keterangan: akan dilengkapi segera hingga kronologis berakhirnya KLB.

Advertisements

3 thoughts on “kronologi proses klb gmni di semarang

  1. Wah ini dari versi yang mana kang Dum? Tapi apapun itu, saya berharap segera diselesaikan. Rakyat lagi menunggu kiprah nyata kita di dunia… Kasihan lho mereka, masih banyak yang lapar dan ga bisa sekolah….

    1. Versi Konggres Semarang, yah memang perjalanan kita bebeda pasca kelulusan, siapkah anda pegang pacul kalau revolusi sosial, aku 1 tahun pegang pacul sampai bisa kuliah lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s