Quo Fadis Pendidikan Nasional Indonesia


Quo Fadis Pendidikan Nasional Indonesia

1. Pendahuluan.
Pendidikan saat ini merupakan kebutuhan yang tak dapat ditinggalkan oleh siapapu. Tak kalah pentingnya darikebutuhan lain seperti sandang, pangan dan papan. Bahkan kebutuhan akan pendidikan adalah erupakan kebutuhan yang menjadi sangat utama bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimana kesadaran untuk mengenyam pendidikan saat ini sudah cukup tinggi. Bahkan kadang-kadang mengeluarkan biaya yang tidak rasional untuk mencapai pendidikan yang diinginkan.
Namun apakah dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan pemerataan pendidikan yang makin merata akan semakin meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri. Bahkan apakah justru mengalami disitegrasi dan disorientsi dari pendidikan itu snediri. Karena tanpa diikuti oleh kualitas pendidikan berupa fasilitas yang memenuhi syarat akan menigkatkan kualitas rakyat Indonesia yang semakin sadar akan pentingnya pendidikan tersebut.
Berdasarkan lapora kabinet Indonesia Bersatu dalam angka diperoleh laporan data pendidikan sebagai berikut :
1. Perluasan akses pendidikan serta peningkatan mutu dan manajemen pelayanan pendidikan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada tahun 2008 adalah 50,47%. Angka Partisipasi Murni (APM) SD dan sederajat adalah 95%, APK SMP 95%, APK SMA 64,20%, APK Perguruan Tinggi 18,5%, dan angka buta aksara mencapai angka 6,22%.
2. Anggaran pendidikan terus meningkat dari tahun 2005 sebesar 75,1 trilyun rupiah; tahun 2006 sebesar 122,9 trilyun; tahun 2007 sebesar 142,2 trilyun; tahun 2008 sebesar 154,2 trilyun rupiah. Meningkat dalam panca warsa terakhir.
3. Jumlah sekolah terus meningkat dari tahun ke tahun dimana jumlah PT sudah mencapai 2.638 PT di Indonesia.
4. Anggaran BOS terus meningkat dari tahun 2005 (5,1 trilyun rupiah; 39,6 juta siswa) meningkat pada tahun 2008 (11,9 trilyun rupiah; 41,9 juta siswa) yang memperoleh BOS.
Namun besarnya peningkatan berbagai macam ideks pelayanan pendidikan dan peningkatan kualitas pendidikan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah globalisasi. Dimana paradigma pendidikan kita membutuhkan perbaikan yang mendasar tentang sistem dan pola penidikan yang lebih ada dimana kemajuan ilmu pengetahuan yang begitu pesat.
Berjuta-juta lulusan pendidikan tak mampu untuk ditampung dalam lapangan kerja dalam sistem pemerintahan yang liberal dan demokrasi saat ini. Sehingga persaingan lebih berlangsung bebas dan cenderung tidak sehat, sehingga pendidikan hanya menjadi legalitas untuk dapat bersaing dalam memenuhi lapangan kerja yang diinginkan baik di dalam pemerintahan atau akses-akses kekuasaan lainnya.
Karena paradigma yang keliru tentang pendidikan nasional maka melahirkan berbagai macam dampak pendidikan yang tidak dapat menciptakan lapangan kerja baru, sehingga terjadi disinvestasi pendidikan nasonal, sehingga pemerintah semakin enggan untuk menanggung biaya pendidikan bagi rakyatnya, akibatnya karena factor keandirian pembiayaan pendidikan ini akan mengakibatkan mahalnya biaya pendidikan yang berdampak pada mahalnya biaya pendidikan. Belum lagi tingginya angka pengannguran di Indonesia.
Tingkat pengangguran di Indonesia adalah mencapai 8,5% pada bulan februari 2008. Ini belum tergolong pada pengangguran setengah menganggur, hal ini merupakan tugas pemerintah yang cukup berat, dimana angka pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pendidikan merupakan tanggung jawab dan kewajiban pemerintah sedangkan semua rakyat berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan penghidupan yang sesuai dengan kemampuan dan kualitas hidup sesuai dengan kealitas sumber daya manusia yang dimiliki. Pemerintah tidak dapat lepas begitu saja.

2. Sejarah Pendidikan Nasional di Indonesia.
Pendidikan nasional di Indonesia merupakan buah dari politik etis dari pemerintah Hindia Belanda pada waktu jaman penjajahan Belanda, Dimana pemerintah Belanda membuka kesempatan bagi bangsa Pribumi untuk mengikuti pendidikan belanda, untuk kebutuhan tenaga administrasi pemerintah Hindia Belanda.
Pendidikan ini awalnya adalah diikuti oleh kaum elit yang meningkat pada kesadaran akan keinginan menjadi bangsa berdaulat. Sehingga perjuangan melawan penjajah tersebut melahirkan kepeloporan pada elit pribumi yang mampu mentransformasikan pendidikan pada rakyat jelata melalui sekolah rakyat.
Namun paradigma pendidikan pemerintah hindia Belanda tersebut melahirkan pardigma pendidikan yang masih mengikuti pola pendidikan Belanda sampai dengan kemerdekaan, dan psca kemerdekaan sampai saat ini.
Berjuta-juta rakyat Indonesia memperoleh kesematan untuk m,eraih pendidikan, bahkan dengan dilakukannya wajib belajar dan pembebasan buta akasara.
Namun esensi pendidikan bukan itu saja.

3. Pendidikan Sudah Ada Sejak Manusia Ada.
Pendidikan sudah ada sejak adanya manusia, pada saat manusia ada itulah manusia di beri pola piker dan mengetahui keadaan alam. Mereka mengingat-ingat setiap kejadian alam untuk ditularkan pada yang lainnya dan generasi berikunya. Sehingga orang akan tahu akan suatu hal baik tidak, bahaya atau tidak dari pendidikan dasar dari mulut ke mulut tersebut.
Pengetahuan yang diberikan secara turun- temurun tersebut sebenarnya adalah yang disebut pendidikan itu sendiri, dan mereka saling mengajarkan, lahir kebudayaan untuk mengatasi keadaan alam. Lahir pulalalh berbagai macam pengetahuan dena berkembang sesuai peradaban manusia.
Sebenarnya pendidikan tidak formal saja, namun juga pendidikan non formal yaitu dari lingkungan baik masyarakat atau keluarga. Sebenarnya pendidikan adalah diberikan dan diperoleh dari masing-masing orang yang saling mengetahui. Pendidikan formalpun lahir dari kebiasaan informaltersebut.
Namun kekuasaan kerajaan dan pemerintahan mampu mentrnsformasikan pendidikan formal bagi putra-putra raja yang akan meneruskan kekuasaan orang tua mereka. Maka lahirlah pendikan ketatanegaraan, ilmu berperang dan berstrategi, kesejahteraan dan etika yang muncul dari dalamtubuh istana, namun selanjutnya nberkembang bagi keluraga bengsawan.
Revolusi IndUSTRI TeLah melahirkan kelas baru yang melahirkan kaum Industrialis, sehingga melahirkan industriawan dan kaumkapitalis serta borjuis. Perkembangan demokrasi selanjutnya pendidikan menjadi hgak bagi seluruh rakyat yang mampu mebiayai pendidikan, disertai dengan semakin pudarnya kela sosial secara formal.
Maka terbuktilah teori soialisme ilmiah Mark yang mampu menjawab bahwa setiap rakyat memiliki hak yang sama-rata dalam hal pendidikan. Pendidikan menjadi sebuah proses pencerahan dan pembentukan berbagai macam kesadaran sebagai manusia yang meiliki hak hidup dan memperoleh kesempatan yang sama.

5. Mengapa Pendidikan Mahal.
Karena pendidikan menjadikan masyarakat pada kelas sosial yang tertentu maka lahirlah bentuk kesadaran untuk memperoleh pendidikan bagi semua orang. Sehingga apapun akan dikorbankan untuk memperoleh pendidikan serta kesempatan dalam memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Namun perkembangannya pendidikan yang cukup memamdahipun tidak memberi peluang bagi siapa saja yang memperoleh pendidikan yang cukup dan memamdahi. Karena semakin besarnya tingkat persaingan dankecerdasan tiap manusia. Sehingga pendidikan menjadi kebutuhan dan menjadi sebuah komoditi yang cukup mahal dan memiliki permintaan yang cukup tinggi.
Namun apbila pendidikan tidak dapat memenenuhi peningkatan kualitas sumber daya manusia akan mencapai keseimbangan di masa depan. Karena kesempatan memperoleh pendidikan semakin lebar dengan akses informasi dan teknologi yang ada. Maka kesempatan memperoleh pendidikan menjadi banyak alternatif, sehingga orang lebih membutuhkan esensi pendidikan daripada formalisasi pendidikan itu sendiri.
Jaman selalu berubah mengikuti perekebangan teknologi seni dan budaya, sedang pendidikan merupakan bagian dari teknologi, seni dan budaya tersebut. Peningkatan kualitas pendidikan juga dibutuhkan bagi lembaga formal pendidikan atas persaingan saat ini, atau akan ditinggalkan oleh rakyat sendiri, karena lingkungan telah memberi penidikan yang cukup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s