Penyebab Polemik Temasek dilihat dari Segi Pemerintah Vs KPPU


Penyebab Polemik Temasek dilihat dari Segi
Pemerintah Vs KPPU

Munculnya kasus Temasek sangat memperlihatkan awal mula adanya dua persepsi yang berbeda tentang penafsiran kriteria pembatasan jumlah investasi asing di Indonesia antara KPPU maupun Pemerintah Indonesia sendiri. Karena setelah lama beroperasi baru sekarang dibahas adanya praktek monopoli terkait kepemilikan saham. KPPU menilai bahwa tindakan Temasek dan anak perusahaannya adalah salah karena memiliki saham lebih dari 50% pada jenis usaha yang sama yaitu jasa telekomunikasi. Sedangkan Pemerintah sendiri menganggap Temasek holdings tidak ada masalah terutama dalam hal kepemilikan saham disebabkan mereka mempunyai saham kurang dari 50% tiap perusahaan yang ada di Indonesia.
Pada tahun 2002 Singapore Technologi and Telemedia di bawah Temasek ini, memenangkan divestasi Indosat, dimana sebelumnya Temasek melalui anak perusahaan lainnya yaitu Singtel dan Singtel Mobile telah memiliki saham di PT Telkomsel. Masa pemerintah Megawati itulah dilakukan transaksi tersebut, jadi pemerintah saat itu mengetahui dan bahkan tender yang dimenangkan STT ini disetujui langsung oleh DPR dan Meneg BUMN. Pada saat itu, Temasek datang ke Indonesia juga lantaran adanya undangan pemerintah Indonesia sendiri. Hal ini dianggap menjadi salah satu upaya pemerintah saat itu dalam meningkatkan investasi asing di Indonesia. Padahal, di sisi lain UU No.5 1999 sudah jelas diberlakukan.
Setelah bergesernya pemerintahan Megawati, tanggapan pemerintah sekarang terkait kasus ini menyatakan penyerahan sepenuhnya kepada sikap dan tindak KPPU terhadap Temasek. Sehingga keputusan hukuman terhadap kasus ini tergantung pada hukum peradilan yang berlaku di Indonesia. Pemerintah juga mendukung UU Anti Monopoli yang dibuat atas permintaan badan moneter internasional (IMF).
Anggapan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) tentang monopoli yang dilakukan oleh Temasek ini, dilihat dari kepemilikan silang (cross ownership) pada dua perusahaan telekomunikasi di Indonesia yaitu Indosat dan Telkomsel. Temasek ini menjadi pemegang saham di PT Indosat sebesar 41,94% sementara itu saham sebesar 35 % dimiliki pula oleh mereka di PT Telkomsel yang notabene anak perusahaan PT Telkom. Selama ini diketahui bahwa Telkomsel dan Indosat memegang lebih dari 80% pangsa pasar selular di Indonesia, sehingga pulsa merek ini menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hal itu menjadi acuan KPPU dalam penilaian adanya pelanggaran oleh Temasek Holding terkait Pasal 27 (a) UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Di sisi lain, Temasek juga dianggap memiliki kendali besar baik di Telkomsel maupun Indosat sampai dalam perkembangannya kedua perusahaan tersebut bisa dikatakan melakukan tindakan kolusi dalam menentukan harga tarif. Karena ternyata tarif operator selular di Indonesia terbilang termahal kedua setelah Australia dalam kawasan Asia Pasisfik. Dengan melihat pangsa pasar yang cukup besar di Indonesia seharusnya Temasek dapat menurunkan average costnya, sehingga harga pulsa di masyarakat Indonesia dapat turun pula sebagaimana semestinya.
Dengan melihat dua pandangan di atas yaitu pemerintah dan KPPU yang mulanya berbeda, tetapi pada akhirnya keduanya menganggap bahwa Temasek tergolong melakukan tindakan monopoli. Pernyataan penyerahan kasus ini kepada KPPU oleh pemerintah mengindikasikan KPPU sebagai pemeran utama dalam penyelesaian Temasek ini. Namun, kenyataannya tindak lanjut dari KPPU ini agaknya tersendat- sendat. Entah apakah disebabkan karena UU yang kurang bisa menjerat Temasek ataukah sulit membuktikan terungkapnya sebuah monopoli yang ada didalamnya. Karena hal ini sebenarnya tidak hanya peran KPPU yang bekerja, sangat diperlukan juga kerjasama baik pemerintah sendiri dan masyarakat.
Bagi Pemerintah sendiri harus konsisten menerapkan UU yang berlaku, jangan mau diintervensi oleh pihak asing terkait UU Anti Monopoli yang dibuat berdasarkan IMF. Bahkan pemerintah sebaiknya cepat merevisi UU yang lebih rinci mengenai kriteria monopoli dan sanksi tegas hukuman terhadap pelakunya supaya tidak ada lagi kerancuan penafsiran antara pihak- pihak yang terkait (termasuk pemerintah sendiri dengan KPPU). Tindakan tegas dilakukan terhadap oknum swasta domestik dan swasta asing yang bersaing tidak sehat di Indonesia, maupun pihak pemerintah sendiri jika membantu persaingan yang tidak sehat itu. Di samping itu, pemerintah juga harus mengawasi betul jalannya proses peradilan pengungkapan monopoli meskipun sudah ada lembaga yang berwenang.

Ditulis oleh :
· Dian Yanuwardani
· Herwinda Putra
· Maflachatun
· Tara Eka Pratiwi
(Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) reguler angkatan 2005 Universitas Diponegoro)

Ketua : Tara Eka Pratiwi 0817.911.5051

One thought on “Penyebab Polemik Temasek dilihat dari Segi Pemerintah Vs KPPU

  1. Posisi pemerintah memang sulit dalam hal ini.
    Satu sisi, pemerintah memiliki kewajiban menjaga stabilitas perekonomian negara dengan memberi kesempatan investor masuk ke indonesia, tetapi disisi lain pemerintah dan investor sendiri seringkali terbentur dengan segala perundang-undangan yang sangat mengikat dan absolut.
    inilah yang harus kita cermati.
    Sebetulnya pihak yang terkait tersebut sudah masuk dalam lingkaran setan hingga susah untuk memutus rantainya.

    ada satu argumen yang mungkin cocok untuk hal ini :
    “Sangatlah sulit melepaskan diri dari masalah dengan cara melemparkannya dari jendela. Tetapi, kita harus menurunkannya dari tangga selangkah demi selangkah sampai ke pintu”

    Bukan hanya dari pihak Temasek yang harus mempertanggung jawabkan ini, selain itu ada banyak pihak terkait yang membonceng sehingga terbentuklah suatu monopoli situasi dan menyebabkan tarif pulsa di Ibu Pertiwi masuk dalam kategori termahal ke dua se Asia Pasifik.

    demikan semoga bermanfaat untuk Mbak Tara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s