Bagaimana kondisi investasi di Indonesia?
Kondisi investasi di Indonesia membaik dengan dengan naiknya peringkat kemudahan berusaha yang dibandingkan dengan tahun 2006 berada pada posisi 133 dari 178 negara menjadi 123 dari 178 negara pada tahun 2007. (Survey doing bisnis 2008, IFC)
Kasus peledakan bom di tahun antara 2006-2007 menjadi salah satu faktor yang menghambat tumbunnya iklim investasi di Indonesia. Ada pula beberapa faktor keyidaknyamanan berinvestasi, diantaranya, aksi-aksi dan demo buruh menuntut perbaikan hidup dengan meminta tunjangan-tunjangan serta masih adanya pungli-pungli yang sering dilakukan para oknum pemerintah dan aparat keamanan.
Oleh karena itu, untuk memperbaiki kondisi invesatsi pemerintah memfokuskan perbaikan kemudahan usaha, diantaranya kemudahan pendaftaran tanah, pembayaran pajak, akses memperoleh kredit, dan pengurangan hambatan perdagangan.
Apakah Pasar Modal Indonesia siap menghadapi krisis?
Pada tahun 2005, terimbas oleh penurunan kegiatan ekonomi dan peningkatan risiko, perkembangan pasar modal melambat. Perkembangan pasar modal melambat. Perkembangan pasar modal kembali meningkat tahun 2006, seiring dengan membaiknya kondisi makro yang terlihat dari menurunnya BI rate dan tingkat inflasi.
Pada tahun 2007, pasar modal mengalami perkembangan menggermirakan seiring semakin baiknya Indikator ekonomi makro dan iklim investasi.
Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kondusif untuk menekan dampak krisis Amerika Serikat?
Pertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu 2004-2007 semakin baik. Kondisi ekonomi tersebut dapat dicapai karena didukung oleh stabilitas ekonomi yang cukup terjaga yang diwujudkan melalui sinergi antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dari 5,5 persen di tahun 2006 menjadi 6,3 persen pada tahun 2008. Angka yang tertinggi sejak krisis moneter di Indonesia 1998.
Pertumbuhan itu didorong pertumbuhan konsumsi yang meningkat dari 3,2 persen pada tahun 2006 menjadi 5,0 persen pada tahun 2007, dan diprediksi akan terus meningkat di tahun 2008 dan 2009.
Pembentukan modal tetap bruto yang meningkat tajam dari 2,5 persen di tahun 2006 menjadi 9,2 di tahu 2007.
Sementara itu pengeluaran pemerintah menurun dari 9,6 persen menjadi 3,9 persen. Pertumbuhan sektor pertanian juga meningkat sedikit 3,4 persen 2006 dan menjadi 3,5 persen 2007. Pertumbuhan ekonomi domestik saat ini juga tetap kuat di tengah perlambatan perekonomian global.
Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin baik?
Kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin membaik. Hal itu ditandai dengan semakin meningkatnya pendapatan riil per kapita dari Rp 8.319.000,- pada tahun 2006 menjadi Rp 8.725.000,- pada tahun 2007.
Peningkatan itu juga disertai peningkatan kondisi ketenaga kerjaan dengan menurunnya tingkat pengangguran terbuka 10,3 persen atau 10,9 juta orang orang pada tahun 2006 menjadi 9,1 persen atau 10,0 persen pada tahun 2007. Jumlah penduduk miskin mnurun 2,1 juta orang sehingga menjadi 37,1 juta orang (16,6persen)
Bagaimana dengan kondisi makro ekonomi Indonesia?
Kondisi Ekonomi Makro Indonesia , cukup membaik sejak tahun 2004. Hal ini ditandai dengan beberapa pencapaian, diantaranya :

* Terkendalinya nilai tukar rupiah terhadap USD
* Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik
* Laju Inflasi yang relatif terkendali
* menurubya BI rate
* Penerimaan dalam negeri/pajak terus meningkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s