Hukum, Politik dan Ekonomi


Hukum, Politik dan Ekonomi

Mana yang lebih penting, Hukum, Politik atau Ekonomi?
Mana yang lebih berkuasa, Hukum, Politik atau Ekonomi?
Tiga hal tersebut sebagai perkebangan dari ilmu etika atau ilmu sosial yang berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan peradaban manausia. Pada jaman Orde lama Politik ada adalah panglima, pada jaman Orde baru ekonomi adalah panglima, dan pada saat ini apakah yang jadi panglima?.
Semuanya tidak bisa dinafikkan saja dari keberadaan sebuah negara, ada lah apakah negara itu negara berdasarkan hukum atau negara itu berdasarkan kekuasaan adalah tipis. Negara yang mendasarkan semuanya pada hukum tidak semata-mata menempatkan kekuasaannya pada hukum sedemikian pula kekuasaan tanpa hukum juga tidak akan bertahan lama. Sedangkan masalah hukum dan kekuasaan adalah masalah yang berkaitan dengan ekonomi belaka.
Kekuatan apapaun sebenarnya adalah bagaimana distribusi secara ekonomi itu ada, ada orang bilang homo homini lupus, siapa yang kuat adalah yang menang, yang lemah adalah budak yang kuat, yang kuat menguasai peeladangan dan penguasai kebendaan bahkan urusan perempua. Namun perkembangan jaman teori humanisme berkembang dan mulai ada usaha unntuk memikirkan bahwa manusia adalah memiliki kedudukan yang sama di dunia. Lahirnya paham ketuhanan bahwa manusia adalah ciptaan tuhan dan tuhan menciptakan manusia di dunia ini adalah sama.
Simbol kekuasaanpun terus berubah. Simbul kekuasaan adalah bukan lagi gladiator ataupu kekarnya tubuh, simbul kekuasaan menjadi kekuatan ekonomi yaitu orang yang mampu membayar orang-orang yang kuat, simbul kekuatan adalah teknologi yaitu siapa yang mampu untuk membuat teknologi yang menakuti manusia seperti senjata baik bedil ataupun bom. Bahkan teknologi bom nuklir menjadikan sebuah senjata yag menjadikan negara adi daya dan adi kuasa menjadi penguasa mayoritas negara-negara di dunia.
Orang terkagum-kagum lagi bukan dengan orang berotot, ataupun orang yang mampu memukai dengan sihir-sihir, ataupun orang yang mampu memukau dengan pidato-pidato dan kotbah-kotbah. Namun kekuasaan adalah orang yang memiliki apa yang disebut dengan tanpa atministrasi berupa surat baik surat perintah, surat tugas, atau surat bukti yang berisi tentang sertipikat dan kepemilikan. Semua itu melahirkan apa yang disebut kesepakatan-kesepakatan orang-orang tentang kepemilikan sebagai manusia yang beradab.
Hukum diciptakan oleh manusia karena manusia hidup bersama dan memiliki kesepakatan-kesepkatan bersama, dan manusia juga melakukan kesepakatan dengan alam seperti hukum alam. Hukum yang banyak dipahami orangs ekarang adalah hukum sosial, yaitu tentang menghargai kebebasan, kedaulatan dan kepemilikan. Serta hukum itu merupakan hasil kebudayaan yang disebut oleh adat maupun agaman. Hukum juga ada yag berdasarkan pada hukum tuha yaitu kitab suci.
Hukum adalah sesuatu yang dinamis dan berkembang, dan hukum lahir secara formal di dalam hukum negara danm lebih jauh lagi adalah hukum internsional. Hukum mengatur tentang hak dan kewajiban, tugas dan tanggung jawab, serta sanksi dan hadiah. Namun hukum itu telah lama berkembang sebagai bentuk kesepakatan hidup bersama antara manusia, Namun hukum juga mengalamai distorsi sesuai dengan pergeseran peradaban manusia, sehingga hukum tidak menciptakan keadilan tetapi adalah p[enindasan manusia satu atas manusia yang lainnya. Sehingga hukum bagi kalangan intelektual dan kaum humaniora menimbulkan banyak pemikiran utuk melakukan sebua refisi.
Lahirnya hukum negara merupakan instrumen-instrumen politik atas berbagai tuntutan keterwakilan dari masing-masing kelompok, sehingga apabila ada ketidak seimbangan dalam komposisi politik hukum akan condong pada sebuah kelompok yang kuat atau memiliki komposisi mayoritas, dan akan menekan bagi kelompok mayoritas. Hukum menjadi alat p-enguasa untuk menguasai orang-orang yang tunduk di bawah hukum dan kekuasaan. Kekuasaan itu bisa diperoleh dengan instrumen-instrumen kekuasaan baik demokrasi maupun kekuasaan otoriter atau diktattor.
Keberadaan kediktataoran dan demokrasi tidaklah bisa untuk menjadikan sesuatu itu lebih baik atau lebih jelek., Tergantung pada siapa yang diuntungkan dan dirugikan. Seorang tokoh diktator proletar diri RRC mengatakan bahwa demokrasi adalah hanya akan dimenangkan oleh uang dan bedil. Maka ia tetap menegaskan bahwa demokrasi adalah salah satu bentuk diktator uang (ekonomi) dan dektattor bedil (senjata/kekuatan). Artinya bahwa kekuatan agan menindas yang lemah adalah hukum alam.
Hukum diciptakan untuk keadilan, namun keadilan itu adalah ibarat pendulum, siapa yang pegang pendulum dan siapa yang berkuasa. Namun ada harapan perubahan itulah yang menjadikan hukum berpihak. Apakah hukum menjadi panglika sebagai pelengkap dalam kasanah kenegaraan indonesi perlu diuji juga.
Hukum siapa, hukum yang mana, siapa yang membuat dan bagaimana proses terbentuknya hukum itu. Kita harus memahami bahwa setiap perubahan itu harus ada yang dimenangkan dan dikorbankan. Demokrasi ada yang kalah ada yang menang, namun kekalahan bukan karena kesalahan atau kekalahan karena tidak terlibat pada pertarungan adalah tidak adil. Dalam cita-cita kemerdekaan kita tidak menjadikan sesuatu itu menang atau kalah, baik kemenangan dari kaum mayoritas pada kaum yang minoritas, kaum kaya pada kaum miskin, kaum pintar pada kaum bodoh.
Namun semua itu hanya idealisme belaka namun materialnya bahwa hukumnya sosial adalah hukumnya alam, kuat akan menang atas yang lemah, eksploitasiong de lom parlong, penghisapan manusia terhadap manusia, sesuatu yang primitif.
Sadarkah bahwa rakyat Indonesia telah jauh dari cita-cita proklamasi dan cita-cita pendiri republik ini, hanya nafsu kekuasaan yang telah melahirkan pergeseran itu. Maka bangsa Indonesia bersatulah, Tidak ada kemenangan bagi orang tertindas tanpa melakukan persatua dan perlawanan, karen itu adalah hukumnya revolusi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s