Kursus Politik Kader, anggota dan Simpatisan PDI Perjuangan di Butuh Purworejo Oleh Caleg No 4 DP 6 Propinsi dan No. 4 DP 5 Kabupaten Bamban Raharjo Munajat dan Prabowo Kamis, 26 Maret 2009


Kursus Politik Kader, anggota dan Simpatisan PDI Perjuangan di Butuh Purworejo
Oleh Caleg No 4 DP 6 Propinsi dan No. 4 DP 5 Kabupaten
Bamban Raharjo Munajat dan Prabowo
Kamis, 26 Maret 2009
Oleh : Dumadi Tri Restiyanto, SE, MSi

Semakin Gencar kampanye pemilu 2009 semakin meningkatkan kreatifitas para calon legislatif terutama dari 2 Caleg PDI Perjuangan, mereka menyebutnya tim 449, yaitu Kabupaten 4, Propinsi 4 dan Nasional 9, menjadi sandi perjuangan mereka. Mereka tak lelah-lelahnya memberikan penyadaran dan pendidikan politik pada rakyat dimulai yang terdekat yaitu kader-kader PDI Perjuangan. Kampanye yang dilakukan tidak terbawa pada kampanye konvensional yaitu dengan memberi masa kaos dan kelililing keliling kota konvoi. Tapi kampanye moder telah dilakukan oleh partai yang berbasis wong Cilik, justru mampu memberikan contoh terbaik bagi partai lain.
Partai sekarang sudah bukan jamannya lagi bagi kaos, uang, bensin, dan minuman keras untuk menggalang mangsanya konvoi, kaya anjing diberi tulang. Tapi partai harus memanusiakan kader dan menjadikan kader sebagai manusia yang sadar sebagai warga negara Indonesia, yaitu melakukan pilihan pada pemilihan umum pada partai yang memiliki visi jelas, yaitu menegakkan Pancasila dan UUD 45 seseuai cita-cita proklamator, dan mempertahankan NKRI. Apa artinya kita makmur atau kaya raya tapi kita dijajah dan bermental miskin, hanya karena uang santunan yang diesbut BLT kita mau menurunkan harga diri kita dimiskinkan karena mental miskin. Kader PDI Perjuangan Tidak boleh begitu. Itulah beberapa bagian kampanye mereka dengan sedikit modifikasi oleh penulis.
Pengkaderan ini dilakukan di Desa Dlangu dengan diikuti 50 kader, anggota dan simpatisan dari 4 desa, yaitu Andong, Dlangu, Butuh dan Lugu. Mereka antusias mendengarkan orasi-orasi politik dan penuh tanya jawab. Dan akhirnya mereka baru terbuka matanya bahwa masalah coblosn suara itu tidak seperti yang dibayangka, karena penoblosn suara itu gampang, yaitu hapalkan gambar dan nomor partai, kemudian coblos caleg yang di minati, tentunya mereka sebagai manusia ya mengharap nomor mereka, itu sah-sah saja, dan justru itu kampanye yang dewasa.
Mereka baru tahu bahwa ada tiga kerta suara untu DPR dan DPRD, dan satu kertas suara untuk DPD. Masing-masing warna hijau untuk DPRD kabupaten Kota, warna Biru untuk Propinsi, dan warna kuning untuk DPRRI, dan warna merah untuk DPD. Ada yang tanya lho kok PDI Perjuangan warna hijau kuning dan biru, lantaran sambil tertawa dan senyum-senyum mereka jawab, ini hanya kotak kartu suara dan yang menentukan pemerintah sebagai tanda.
Banyak orang atau warga yang melakukan modus operandi kampanye dengan cara memberikan proposal untuk pembangunan apa saja baik jalan, mushola atau sebagainya samapai jutaan rupiah atau puluhan juta, dengan ternyata setelah ditanya apakah tahu cara mensosialisaikan toblosan, mereka geleng kepala, dan kendatipun suara dan kepala yang mereka janjikan untuk memiliki mutlak dan dak jai masuk akal, itu ngoyoworo sja, tukas mereka. Ternyata pula setelah ada konfirmasi dengan calag yang sama-sama PDI Perjuangan proposal itu mereka perdagangkan. Dan mungkin juga pada partai lain. Mereka ini yang suka minta-minta proposal ini tidak akan pernah dapat berpartisipasi dalam politik dan pembangunan, mungkin itu dulu, jaman Orde Baru, sekarang kesadarn politik sudah beda, tidak bisa diarah-arahkan hanya diberikan penyadaran dan ajakan.
Demikian pula banyak Caleg yang menjanjikan Akan menurunkan dana setelah orang membuat proposal dan akan cair menjelang pemilihan. Itupu ngoyoworo, karena Legislatif sekarang reses, dan tidak ada yantg ngantor. Dan kita harus paham bahwa kampanye penggalangan masa dengan bendera dan konvoi akan menipu kita, karena yang kampanye itu-itu saja, dan mereka belum tentu melakukan pencoblosan dan tahu yang dicoblos. Hanya bikin macet dan nakut-nakuti rakyat, Untuk atribut partai memang itu penting demi kebanggaan anggota. Tapi kita menangkan pemilu ini untuk PDI Perjuangan, untuk atribut kaos adalah nanti bukan pada pemilu yaitu pada kegiatan kepartiaan untuk menambah wawasan kader dan menambah bakti masyarakat PDI Perjuangan pada para pendukungnya baik acara seni, budaya dan sosial.
Memang agak berat untuk merebut kembali kemenangan tapi kader harus mau berjuang, karena kita bukan partai pemenang lagi, dan memenggang pemerintahan. Tapi dengan berjuang secara gotong royong PDI Perjuangan akan memperoleh 30 persen suara, dan memperoleh kemenangan mayoritas Pilpres presiden Megawati sehingga dapat mencapai dan memenuhi janji tiga kontrak pilitik.
1.Sembako murah.
2.Sejuta lapangan kerja.
3.Perumahan rakyat dan kesejahteraan dengan pendidikan murah dan kesehatan yang murah.
Kader jangan hanya percaya sama kampanye-kampanye partai-partai baru yang menawarkan perubahan, ternyata dengan janji perubahan, tapi pengangguran yang tercapai, bagaimana tidak hasil pemilu kemarin, dengan presiden yang menjanjikan perubahan ternyata apa yang terjadi :
1.BBM mahal Minyak tanah langka, gas dipermainkan.
2.Listrik dan Telpon Mahal.
3.Pupuk langka
4.Pengangguran Meningkat
5.Pasar Modal sempat tutup.
6.Rakyat mati terhimpit karena berimput bantuan yang memiskinkan (BLT).
Selamat berjuang bung..
On ward never retread…

Purworejo, 27 Maret 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s