Pemberdayaan Masyarakat dari PNPM Mandiri Apa itu ?


Pemberdayaan Masyarakat dari PNPM Mandiri
Apa itu ?

Pengertian pembenrdayaan masyarakat dalam PNPM mandiri sering disalah artikan oleh masyarakat, warga, aparat desa, kecamatan atau petugas UPK(Unit Pelaksana Mandiri) sendiri. Mereka masih beranggapan bahwa dana PNPM adalah dana Proyek ataupun hibah. Namun konsepsi sebenarnya dalam pedoman pelaksanaan bukanlah begitu adanya. Karena PNPM MD harus merupakan sebuah perbuatan yang tidak bertepuk sebelah tangan antara pemerintah dan rakyat.
Karena PNPM juga membutuhkan dukungan rakyat dan berdasarkan kemandirian masyarakat desa atau kelurahan dalam jangka panjang sebagai tujuan akhir kegiatan. Namun proyek idealis ini cukup sulit untuk merealisasikannya. Karena harus berdasarkan pemberdayaan yang sesungguhnya.
Contoh misal : Di sebuah pertemuan di desa Wonorejo, Kecamatan Butuh Purworejo, tentang nama simpan pinjam, mereka bertanya, mengapa bunga PNPM dalam unit simpan pinjam melalui dana bergulir adalah 18% bukan 6 persen. Hal ini menunjukkan bahwa konsepsi dana ini untuk modal kecil unit usaha mikr dan kecil kurang dipahami, kalu berdasarkan dana konsumsi pasti pinjaman konsumsi orang akan berpikir sekecil, kecilnya, namun kalau untuk modal kerja yah bunga itu kecil dengan pendapatan mereka yang hampir bisa mencapai 100% modal kerja mereka per hari, dan dana itu kan untuk perguliran dana periode atau tahun berikutnya, dengan dibantu fasilitator dan UPK di Kecamatan masing-masing agar dapat berkembang dan menjadi unit usaha mandiri.
Contoh lain bahwa pelaksnaan unit Simpan Pinjam di RW 4 desa Dlangu kecamatan Butuh Purworejo, adalah dengan melakukan pembentukan koperasi simpan pinjam dimana warga iuran pokok Rp. 1.000,00 dan simpanan Wajib Rp 500,00 yang dimulai dengan Peminjaman Rp. 100.000,00 per warga berkembang bahkan bisa meminjam sekaran Rp. 1.000.000,00 per warga, dah bahkan ada dana yang terkumpul Rp. 30.000.000,00 dan dapat dipinjam oleh RW untuk membuat jalan dan pafingisasi di jalan warga. Sukses kan mereka tanpa PNPM karena mereka sudah sadar untuk melakukan pemebrdayaan.
Contoh lain lagi di RW 3 adalah simpan pinjam yang dipelopori oleh Drs, Rofii dan Pak Budi telah membantu warga terutama buruh tani untuk meminjam dana mingguan untuk modal kerja dan menutup kebutuhan hidup mereka, dan mereka berjalan lancar permingguan, meski dengan administrasi yang sederhana.
Sebenarnya program pinjaman ini adalah bisa melalui PKK, ataupun dasa wisma dengan berbagai kelompok arisan, dan menajlankan fungsi kontrol sosial, dan kelompok monitoring, dengan politikal will kepala desa setempat. Sehingga program ini berjalan.
Disamping prioritas adalah warga miskin dan perempuan namun harus juga diperhatikan bahwa peminjam meski miskin adalah yang memiliki kriteria 5 C (capable, Caractere, Colateral, Capasitly, Credere) namun hal ini bisa ditutup misalnya Colateral (jaminan) adalah ketua kelompok atau kades, atau kadus, Karakter artinya baik perilakunya, kapable atau mampu mengembalikan yaitu mereka yang mau dan punya pekerjaan, credere yaitu memiliki kepercayaan untuk dapat bantuan, serta Kapasitas artinya adalah pinjaman yang memiliki kemampuan untuk dibayar.
Pasti program ini akan sukses, dengan cara mengefekrtifkan pertemuan kelompok atau warga.

One thought on “Pemberdayaan Masyarakat dari PNPM Mandiri Apa itu ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s