Pendamping Lokal dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat


Pendamping Lokal dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Apa ya?

Peran Pendamping Lokal adalah mitra Fasilitator PNPM dimana aktifitas yang begitu banak di satu kecamatan karena banyaknya desa yang menjadi sasaran, contohnya di Kecamatan Butuh. Dimana semua desa harus mendapat penyaluran dana 2 milyar sampai sasaran. Sasaran pertama adalah masyarakat miskin terutama di desa tertinggal. Serta sasaran kedua adalah sumua desa yang pasti ada rakyat miskin. Oleh karena itu perlu pendampingan yang intensif karena perbedaan dan keterbatsan kualitas dan kemampuan Sumber Daya Manusia di Desa terutma Pelaku PNPM yaitu Tim Pelaksana Kegiata dan Kader Penggerak Masyarakat Desa
Meskipun sudah diberikan pelatihan pada KPMD, TPK dan Tim Monitoring Desa, namun karena SDM yang berbeda penerimaannyaoun berbeda, terutama pemahaman dalam Musdus, Musrenbang Desa dan Musyawarah Khusus Perempuan. Mereka ada yang menganggap sulit, namun hal itu sbenarnya tidak sulit apabila pertemuan dusun, program perempuan seperti PKK, Dasa Wisma dan kelompok tani berjalan dengan baik an terlaksana secara rutin.
Contohnya Pelaksanaan Musrenbangdes di hari senini 27 April 2009, di Desa Lubang Lor, Kecamatan Butuh Purworejo dipimpin oleh Kades Drs. Subkhan dan KPMD bu Purwati telah menjadikan pnpm sebagai wadah pengembangan desanya, yaitu dengan menjalankan semua kegiatan dengan baik dab lancar, didukung oleh kualias SDM dimana Bu Pur adalah Guru SD Dlangu dan dibantu warga yang banyak sebagai murid pesantren, sehingga mobilisasi lebih efektif. Dimana Musdus telah mengkasilkan banyak program dari pengairan, kesehatan dan Pengerasan Jalan, dan Program Perempuan yang lebih fariatif seperti Simpan Pinjam Perempuan berkembang dengan baik di musdes sehingga mampu menjadi prioritas diantara program lain seperti sarana TK, Posyandu, Kesehatan dan Kesenian, serta program lain yang luar biasa kreatif usulan mereka.
Berbeda dengan Lubang Dukuh dan Kunirejo Wetan, meskipun kunirejo wetan banyak peminat dan masyarakat yang menghadiri, persiapan belum begitu matang, oleh karena itu maka peran pendamping lapangan adalah mendampingi penyusunan program di desa lain dan akhirnya muncul kesepahaman dari desa lainnya.
Pada tanggal 28 April 2009 di Desa Kunir Rejo Kulon, Tanjung Anom dan kedung Sari dapat berjalan dengan baik, demikian pula pendampingan seterusnya dilakukan di desa Sido Mulyo, Sumber Sari, Karang Anom, dan Mangun Jayan, Pendampingan KPMD dan Musdus menghasilkan persiapan yang lebih matang dan hasilnya ada peningkatan.
Banyak persoalan dalam kesalah persepsian masyarakat terhadap PNPM baik dari aparat Desa dan warga karena program-program sebelumnya agak berbeda sepert KUT, IDT dan lain-lain yang tidak harus melakukan prosedur yang mereka anggap rumit, namun bukan rumit karena hanya belum biasa saja. Perubahan pola pikir masa lalu tentang program dan bantuan masyarakat haruslah tetap dilakukan menginga perubahan jaman dan perkembangan masyarakat desa semakin maju karena meningkatkan sarana komunikasi dan transporasi.
Skip Program Simpanan Pinjam Wanita perlu di tata lagi oleh UPK dan PL serta Fasilitator karena dana bergulir yang selama ini belum bisa efektif dan rata-rata habis kemana danhal ini perlu konsentrasi khusus,.

2 thoughts on “Pendamping Lokal dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s