JURNAL PNPM MANDIRI KECAMATAN BUTUH 28 APRIL 2009


JURNAL PNPM MANDIRI KECAMATAN BUTUH 28 APRIL 2009

Musyawarah Khusus Perempuan dan Musyawarah Desa Perencanaan PNPM-MD di Desa Sumber Sari, Karang Anom, Sido Mulyo, dan Mangun Jayan, Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo. Sungguh memang dua tempat yang saya kunjungi sangat unik dan memiliki karakteristik warga yang berbeda. Di karang Anom tidak disangka daerah yang jauh dari keramaian memiliki masyarakat yang memiliki keunikan tersendiri, dari pertemuan kelompok perempuan ternyata mereka cukup antusias dan banyak ide-ide cemerlang. Ide-Ide itu seperi keinginan meningkatkan ekonomi dengan ide peningkatan dana simpan pinjam mereka, dan menciptakan pedoman pada visi dan misi Karang Anom yang mereka rumuskan “ Menuju masyarakat Karang anom tata tentrem, kerta raharjo, gemi nastiti”, wow luar biasa misi mereka terhadap desanya.
Meski dari ibu-ibu kebanyakan masih enggan untuk menulis nama mereka karena meski bisa membaca mereka tidak biasa menulis, mereka punya ide untuk kursus bahasa inggris untuk anaknya, Posyandu, Perlengkapan Taman Kanak-kanak, Peningkatan Gisi, Jamban, MCK dan tak disangka Kades mereka familier dengan Komputer, tinggal siap untu internet frienly. Ide-ide mereka dirangkum dan hasilnya adalah peningkatan posyandu lansia dan anak-anak balita dan simpan Pinjam Untuk perempuan. Mereka telah memilik kelompok pendukung seperti PKK dan dasa Wisma, sehingga mereka siap mendapatkan pinjaman PNPM dengan jaminan diri mereka, kelompok dan kepala desa mereka kalo tidak mengembalikan.
Untuk kaum laki-laki dari usulan mereka tentang pengairan, jamban, traktor, jembatan, disel. Dan drainase, maka disimpulkan mereka secara mufakat bahwa mereka membutuhkan peningkatan sarana pengairan sawah mereka. Sebenarnya ada ide lain seperti pendidikan wira usaha, dan tata boga, serta perbaikan gizi keluarga.
Unikanya lagi-, bapak-bapak disana banyak yang lansia dan masih pake cap jempol untuk tanda tangan tapi semangatnya luar biasa.
Lain lagi di Sido Mulyo, meskipun kebanyakan mereka terdidik dan di pusat daerah yang sudah maju dan mudah sarana transportasi namun antusiasmenya kurang, mungkin karena pemahaman mereka terhadap program sebelumnya yang negatif, namun akhirnya banyak warga yang menyadari seetalah sosialisasai, dan dapat membantu kesulitan mereka tentang drainase, dan banjir sehingga harus mengalahkan program ketua kelompok mereka yang berharap pembangunan jalan, ternya kebutuhan warga adalah sesuatu yang dirumuskan warga, dan mereka menjadikan kebutuhan yang cepat diselesaikan. Meskipun secara administrasi sudah baik namun kecerdasan warga justru menghasilkan output yang kalah optimal dengan kepolosan dan ketulusan, meski tak bermaksud membandingkan dengan karang anom, Bahkan untuk simpan pinjam perempuanpun perlu penyadaran bahwa dengan pengembalian dana pinjaman pnpm yang mangkir akan menyulitkan warga desa sendiri unrtuk mendapatkan kredit, karena lunturnya kepercayaan.
Sisi program non PNPM yang lain adalah padat karya di Dk Krajan Barat RW 3 desa dlangu Butub Purworejo, untuk menggarap saluran pengairan sawah blok sikebu, dan sebagai pimpro adalah tolik dan supervisor untung, dan program ini adalah untuk menyalurkan air dari kali dlangu di musim kemarau agar diperoleh air untuk penanaman sawah dan irigasi ke sawah sikebo. Tiap 60 Ubin warga membayar 40.000 rupiah, dulu 60.000 rupiah.
Yah sekaran sawah sikebu digarap oleh warga, dan peserta padat karya mendapat upah 20.000 dengan bayaran hasil padi balas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s