Perencanaan Partisipatif sebagi sebuah Model.


Kisi-Kisi Penggalian 100 Gagasan, Potensi, dan Masalah di Desa dalam Strategi Pembangunan Partisipatif.
Oleh Dumadi Tri restiyanto, SE, MSi

Dalam penerapan manajemen pembangunan partisisipatif dengan menggunakan paticipatif Rural Approve telah menjadikan sebuah pedekatan mutakhir saat ini dimana peran serta masyarakat desa untuk berpatisipasi aktif dalam pembangunan. Namun beberapa kendala pendidikan,cultural dan latar belakan g menjadi sebuah penghambat sehingga metode ini banyak memiliki kelemahan.
Karena prosedur yang harus dilalui oleh pemberdaya tidaklah seperti yang diharpkan atau sesua yang diatur dalam metode ini. Seperti : tidak mencoba membangun pengggalian gagasan dari kelompok terkecil di desa, seperti rt, rw dan desa. Namun hanya mencoba menggali sendiri permasalah di desa.
Karena fasilitator di tingkat kecamatan kadng mengalami keterbatasan waktu dlam mendampingi penggalian gagasan ini, meski secara andragogi sudah diajarkan pada kader/konsultan di tingkat desa. Namun hal ini juga karena keterbatasan kemampuan pemberdayaan fasilitator ditambah bahwakebutuan pragmatis kadang meninggalkan semangat dari perencanaan yang partisipatif.
Perencanaan Partisipatif merupakan sebuah pendekatan yang menjadikan brakyat atau masyarakat sebagai obyek dalam perencanaan pembangunan, jadi bukan hanya aparat desa dengan target sasaran proyek berjalan, sehingga kontro dari masyarakat di nafikan dan rakyat hanya menjadi obyek saja.
Pembangunan memiliki metode yang bermacam-macam dalam perencanaan pembangunan, dan dalam perencanaan partisipatif masyarakat diharapkan mengetahui maslahnya sendiri di lingkungannya masing-masing, namun ada kendala kelembagaan, geografi dan pendidikan. Sehingga banyak yang tidak tercapai sasaran, dan keterbatasan masyarakat di sela-sela kesulitan hidup yang mendesak kebutuhan ekonomi, bahkan masalahnya sendiri dia tak mengerti dan memahami, bahkan sudah tidak peduli untuk menyelesaikan maslahnya,apalagi menggali potensi diri dan lingkungannya.
Ada instrument yang banyak digunakan di dalam metode perencanaan partisipatif adalah :
1. Diagram ven
2. Diagram kelembagaan
3. dan kalender Musim
Bagi mereka yang memehami alat ini sebagai dasar pencarian potensi maslah yang akan diprioritaskan akan mengjasilkan banyak hal, namun hal ini juga masih memiliki banyak kelemahan. Dan penyususnan 100 gagasan di tiap desa menjadi sebuah hayalan belaka.
Namun apabila penggalian potensi ini dijalankan sesuai prosedur dalam model pasti 100 gagasan itu dapat dieproleh, bahkan lebih, karena setiap hari ada masalah dalam kehidupan, baik di desa dan di kot, antara lain :
1. kebutuhan Ekonomi.
2. Peningkatan kualitas hidup.
3. Peningkatan ketrampilan dan pendidikan
4. Menjaga lingkungan hidup.
5. Pembangunan Infrastruktur.
Yang jadi masalah adalah sejauh mana kita bisa membangun kesadaran bahwa semua persoalan di masyarakat dapat diselesaikan asalkan mereka sadar bahwa mereka harus menyusun sekala prioritas yaitu :
1. Kekuatan.
2. Kelemahan.
3. Peluang
4. dan Kesemapatan.
Berbagai persoalan bisa diselesaikan dengan musyawarh dan pertemuan kelompok, serta pertemuan rutin yang di dalam ORde Baru sesuatu yang diharampan seperti merubah jargon mangan ra mangan kumpul, menjadi kumpul ra kumpul mangan. Sehingga masyarakat lebih berpikir egois dan teralienasi.
Namun dengan dasar partisipatif antar desa ini juga punya lelemahan karena ego sektoral desa dominant, sehingga sasaran antar desa tidak tercapai jadi lebih mementingkan kepentingan daripada manfaat, serta adanya kendala administrative, manun harus disadari bahwa hubungan keterkaitan yang mengutamakan kepentingan umum lebih diutamakan.
Perlu dorongan dari tem fasilitator atau konsultan pemberdayaan dalam memacu kemampuan pemggalian potensi, maslah dan gagasan hingga melajirkan peneyelesaian yang lebih baih dalam pembangungan baik pembangunan sarana prasarana fisik maupun pembangunan kualias sumber daya manusia.
Membiasakan bersaing secara kolektif dan sehat bagi sekala mikro dan makro a kan mendorong keberkasilan pembangunan partisipatif dengan pencapaian kesadaran demokrasi yang tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s