PENDATAAN RTM PARTISIPATIF


PENDATAAN RTM PARTISIPATIF
Apa itu RT (Rumah Tangga)..????
Rumah Tangga adalah Orang yang menanggung hidup (ekonomi) dalam satu rumah keluarga atau penanggung jawab dalam Rumah Tangga (yang hidup dalam satu tungku atau dapur)
Kepala Rumah Tangga tidak sama dengan Kepala Keluarga secara administratif (KK)

Pendataan RTM Partisipatif :
Pendataan RTM Partisipatif adalah identifikasi jumlah dan lokasi RTM basis dusun pada setiap desa dalam wilayah PNPM-MD. Pendataan ini dimaksudkan untuk menyusun peta sosial dusun, penulisan usulan, verifikasi usulan, dan penentuan prioritas usulan dalam musyawarah antar desa.

Pengertian tentang Kemiskinan :
Secara umum Buku Pedoman Komite Penanggulangan Kemiskinan (2002) menyatakan bahwa masyarakat miskin ditandai adanya ketidakberdayaan atau ketidakmampuan (powerlessness) dalam hal: a) memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar seperti pangan dan gizi, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan (basic need deprivation); b) melakukan kegiatan yang tidak produktif (unproductiveness); c) tidak bisa menjangkau akses sumber sosial dan ekonomi (inaccessability); d) menentukan nasibnya sendiri dan senantiasa mendapatkan perlakukan diskriminatif, mempunyai perasaan ketakutan dan kecurigaan, serta sikap apatis dan vatalistik (vurnerability) dan; e) membebaskan diri dari mental dan budaya miskin serta senantiasa mempunyai martabat harga diri yang rendah (no freedom for poor).
Sementara itu target Pengentasan Kemiskinan menurut Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015, 191 negara anggota PBB berjanji untuk:
Menghapus kemiskinan absolut dan kelaparan sampai separuh dari jumlah yang ada saat ini.
Mencapai pendidikan dasar yang universal bagi semua anak perempuan dan laki-laki.
Mendorong kesetaraan jender di semua tingkat pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
Menurunkan angka kematian bayi dan anak dari dua per tiganya dari jumlah saat ini
Meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi sampai tiga per empat jumlah anggka kematian ibu hamil dan melahirkan
Memberantas HIV / AIDS dan penyakit-penyakit infeksi penyebab utama kematian.
Menjamin keberlanjutan lingkungan dengan memasukkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam berbagai kebijakan dan program negara.
Membangun kemitraan global untuk pembangunan dengan mengembangkan sistem perdagangan terbuka dan sistem keuangan berbasis hukum, teratur, dan tidak diskriminatif.
Pengertian Kemiskinan Menurut Biro Pusat Statistik (BPS)?
Terdapat ada 14 Variabel Penentu Kemiskinan yaitu:
Luas lantai per kapita
Jenis lantai bangunan tempat tinggal
Jenis dinding tempat tinggal
Fasilitas buang air besar
Sumber air minum
Sumber penerangan rumahtangga
Bahan bakar untuk masak
Kemampuan membeli daging/ayam/susu per minggu
Frekwensi makan per hari
Kemampuan beli baju baru per tahun
Kemampuan untuk berobat di puskesmas / poliklinik
Lapangan pekerjaan kepala rumahtangga
Pendidikan tertinggi kepala rumahtangga
Pemilikan asset
Terdapat Empat (4) Variabel Intervensi
Keberadaan balita
Keberadaan anak usia 7 – 18 tahun
Partisipasi WUS berstatus kawin dalam KB
Penerimaan kredit usaha

Secara sederhana Kemiskinan dapat dipahami sbb:
Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kekurangan pangan sehari-hari, perumahan, dan pelayanan kesehatan, dipahami sebagai kekurangan aspek pelayanan dasar.
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidak mampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pelayanan pendidikan dan informasi
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.

Penyebab Kemiskinan :
Berkaitan dengan berbagai persoalan kemiskinan tersebut dapat merumuskan bahwa permasalahan kemiskinan disebabkan adanya: a) permasalahan finansial atau kebutuhan masyarakat sebagai akibat langsung pada permasalahan ekonomi, sarana prasarana dan kualitas hidup mereka; b) kemiskinan dilihat dari masalah struktural (kebijakan negara, pemerintah pusat, daerah, pemerintah desa salah satunya tidak adanya informasi yang transparan di tingkat masyarakat) yang berakibat langsung atau tidak langsung pada masyarakat menjadi miskin; c) permasalahan mentalitas atau masalah sumber daya manusia (tingkat pendidikan, pengalaman hidup, dan lain-lain); d) permasalahan tidak adanya cadangan devisa (safety net) di tingkat masyarakat atau kelompok masyarakat. Misalkan tidak mempunyai sawah, pekarangan, ternak, harta benda (emas atau perak) dan lain sebagainya; dan e) permasalahan dari kerentanan usaha (kemiskinan potensial/ produktif) artinya mereka menjadi tidak miskin apabila dimungkinkan adanya pinjaman usaha atau akses usaha.

Penyebab kemiskinan desa;
Pengaruh faktor pendidikan yang rendah
Ketimpangan kepemilikan modal dan lahan pertanian
Terbatasnya ketersediaan bahan kebutuhan dasar
Kebijakan pembangunan perkotaan sehingga mendorong orang desa ke kota
Pengelolaan ekonomi yang masih menggunakan cara tradisional
Rendahnya produktifitas dan pembentukan modal
Budaya menabung yang belum berkembang
Tata pemerintahan yang buruk
Tidak adanya jaminan sosial untuk bertahan hidup
Rendahnya jaminan untuk kesehatan

LANGKAH-LANGKAH
PENDATAAN RTM PARTISIPATIF

Masyarakat merumuskan sendiri ciri-ciri RTM
Ciri-ciri dirumuskan menjadi kriteria
Pendataan berdasarkan kriteria dan kategori
Data RTM digunakan untuk menyusun peta sosial dusun, penulisan usulan, verifikasi usulan, dan penentuan prioritas usulan dalam musyawarah antar desa

KETERANGAN :
Kepala Rumah Tangga tidak sama dengan Kepala Keluarga secara administratif (KK)
Kepala Rumah Tangga adalah penanggung jawab keluarga atau yang hidup dalam satu tungku (dapur)
NO
Kondisi keluarga
Rumah Tangga
Jumlah Jiwa
Keterangan

1.Karjono sudah RT dan kerja
2.Mulyoto sudah RT dan kerja
3.Bowo sudah RT dan kerja
4.Sofan bujangan dan sekolah
KARJONO
3 jiwa
Karjono, Ulfa, Sofan
MULYOTO
4 Jiwa
Mulyoto,Anita,Teguh
B O W O
3 jiwa
Bowo, Wiwin, Tatag

1.Karjono sudah RT dan kerja
2.Sofan bujangan dan sekolah
3.Bowo sudah RT dan nganggur
4.Mulyoto sudah RT dan kerja
KARJONO
6 jiwa
Karjono, Ulfa, Sofan, Bowo, Wiwin, Tatag
MULYOTO
4 jiwa
Mulyoto, Anita, Imam, Teguh

1.Mulyoto sudah RT dan kerja
2.Bowo sudah RT dan Kerja
3.Sofan bujang dan sekolah
4.Karjono dan Ulfa jompo tanggungan Bowo
MULYOTO
4 jiwa
Mulyoto, Anita, Imam, Teguh
BOWO
6 jiwa
Bowo, Rina, Tatag, Sofan, Karjono dan Ulfa.

Dari kasus diatas sudah bisa dicermati bahwa diwilayah sekitar kita seseorang masuk dalam kategori miskin apabila tidak mampu memenuhi standar minimum kebutuhan pokok untuk hidup secara layak, yang sering disebut dengan kemiskinan konsumsi. Definisi ini bermanfaat untuk mempermudah membuat indikator Rumah Tangga Miskin.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan 14 indikator sebagai kriteria dalam menilai kesejahteraan ditingkat masyarakat. Sesuai SE Gub Jateng No.410/0463 Data dasar Pronangkis Jateng adalah Data RTM versi BPS, sedangkan data RTM Partisipatip sebagai suplemen agar lebih sinergis dan terarah.
Adapun perbandingan indikator kemiskinan Versi BPS dengan Pendataan Partisipatif Kab. Purworejo (yang dihimpun dari 4 Kecamatan alokasi PPK) adalah :

INDIKATOR KEMISKINAN BPS
INDIKATOR KEMISKINAN PARTISIPATIF PWR
1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2

2.Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan
3.Jenis dinding bangunan tempat tinggal dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa plaster
4.Tidak memilik fasilitas buang air besar/ bersama-sama dengan rumah tangga lain

5.Sumber air minum dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai air hujan
6.Sumber penerangan rumah tidak menggunakan listrik

7.Jenis bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah
8.Frekuensi pembelian daging/ayam/susu satu kali dalam seminggu
9.Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari

10.Hanya membeli satu steel pakaian baru dalam satu tahun
11.Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik

12.Sumber penghasilan rumah tangga adalah : petani dengan luas lahan < 0.5 Ha, buruh tani, nelayan, buruh, atau pekerjaan lainnyadengan pendapatan di bawah Rp. 600.000,- per bulan

13.Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga :tidak sekolah/ tidak tamat SD/hanya SD

14.Tidak memiliki tabungan/ barang yang mudah dijual dengan nilai minimal Rp. 500.000,- seperti sepeda motor, emas, ternak, atau barang modal lainnya

Indikator tambahan pada pendataan BPS TA 2008 :
15.Pernah menerima kredit usaha (UKM/UMKM) setahun (termasuk variabel intervensi ?????)

16.Status penguasaan bangunan tempat tinggal yg ditempati (milik sendiri/sewa/bebas sewa)
17.Jenis atap bangunan tempat tinggal terluas (sirap/genteng/seng/asbes dg kondisi jelek/kualitas rendah atau ijuk/rumbia)
Memenuhi kebutuhan sehari-hari sering berhutang(saudara/tetangga tanpa bunga, rentenir/pegadaian)

1.Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 per jiwa
2.Kepemilikan rumah : Tidak punya rumah, numpang atau kontrak
3.Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/pleter
4.Jenis dinding bangunan tempat tinggal dari bambu/ kayu berkualitas rendah/tembok rusak 60 %
5.Tidak memilik fasilitas buang air besar/ bersama-sama dengan rumah tangga lain (MCK Umum)
6.Sumber air minum dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai air hujan
7.Sumber penerangan rumah tidak menggunakan listrik/ tidak punya meter sendiri/ nyalur
8.Jenis bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah
9.Frekuensi pembelian daging/ayam/susu satu kali dalam seminggu per anggota keluarga
10.Frekuensi makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari dan tidak memenuhi standar gizi untuk setiap anggota keluarga
11.Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam satu tahun untuk setiap anggota keluarga
12.Tidak sanggup berobat ke puskesmas/poliklinik, (biaya pengobatan dan biaya transportasi, serta kompensasi menunggu)
13.Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah : petani dengan luas lahan < 0.5 Ha, buruh tani, nelayan, buruh, atau pekerjaan lainnyadengan pendapatan di bawah Rp. 600.000,- per bulan
14.Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga :tidak sekolah/ tidak tamat SD/hanya SD
15.Tidak sanggup menyekolahkan anak sampai ke jenjang SMP (pendidikan dasar 9 tahun)
16.Tidak memiliki tabungan/ barang yang mudah dijual dengan nilai minimal Rp. 500.000,- seperti sepeda motor, emas, ternak, atau barang modal lainnya

Sudah terakomodir dalam pendataan partisipatip Pwr no.2

Perlu ditambahkan ????

Perlu ditambahkan ????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s