Rencana Pemeliharaan


I. PEMELIHARAAN

Kegiatan pemeliharaan atau pelestarian asset atau prasarana desa dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari tahap pelaksanaan fisik di lapangan yang secara langsung menjadi tanggungjawab masyarakat dibawah kendali TPK.
Agar pelaksanaan pemeliharaan itu dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan, maka perlu dibentuk organisasi pemeliharaan yang sesuai dengan kondisi di masyarakat setempat. Melalui musyawarah desa telah disepakati suatu rencana sistim pemeliharaan prasarana yang menjadi tanggungjawab seluruh komponen warga desa.
Hasil musyawarah yang disepakati bersama adalah Rencana Pemeliharaan, yang meliputi hal-hal pokok sebagai berikut:
1. Organisasi Pemelihara
2. Rencana Kerja
3. Sumber Dana
4. Tenaga Kerja

Disamping itu telah dilaksanakan pula kegiatan inventarisasi dan pemelihara yang berhubungan dengan pemeliharaan, meliputi :
1. Inventarisasi Sub Proyek
2. Kerusakan yang pernah terjadi,
3. Kegiatan pelatihan pemeliharaan

Dengan terpeliharanya prasarana yang telah dibangun diharapkan pembangunan akan makin berkelanjutan, yang nantinya akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat

II. RENCANA PEMELIHARAAN

1. ORGANISASI PEMELIHARAAN
Secara sectoral organisasi pemeliharaan dikelompokkan menjadi:
1.1 Tim Koordinasi Pemeliharaan Tingkat Desa
Merupakan Tim yang dibentuk berdasarkan Musyawarah Desa yang beranggotakan pemuka masyarakat serta masyarakat, bertanggungjawab menyusun rencana kerja, pengerahan tenaga kerja, menggali sumber dana dan mengarahkan teknis pelaksanaan di lapangan.
1.2 Kelompok Pemelihara Tingkat Dusun
Merupakan kelompok sector (dusun) dimana kepala dusun dibantu oleh Kader Teknis Setempat, bertanggungjawab terhadap inventarisasi sampai dengan pelaksanaan pemeliharan di wilayahnya. Hasil inventarisasi tiap sub proyek dikoordinasikan dengan tim tingkat desa, untuk kemudian menggerakkan masyarakatuntuk melaksanakan pemeliharaan. Selanjutnya struktur organisasi dan alur koordinasi digambarkan dalam bagan pada halaman berikut:
1.3 Uraian Tugas
Penaggungjawab Umum
Memberikan motivasi dan menjalin koordinasi dengan unsur pelaksanaan dan seluruh unsur masyarakat untuk dapat melaksanakan kegiatan pemeliharaan sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama. Bertanggungjawab sepenuhnya terhadap kegiatan operasional fisik di lapangan maupun administrasi dan keuangan kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana
Mewakili LPMD/TP dalam memberikan pengarahan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sesuai hasil investigasi yang telah dikoordinasikan dengan tim tingkat desa.
Sekretaris dan Bendahara
Bertugas membantu Ketua Pelaksana dalam hal administrasi teknis keuangan pada pekerjaan pemiliharaan
Kepala Dusun
Dibantu tokoh masyarakat setempat bertugas mengisi formulir inventarisasi pemeliharaan yang telah dikoordinasikan dengan tim pelaksana tingkat desa, serta bertanggungjawab sepenuhnya untuk menggerakkan warga melalui kepala kelompok masing-masing (RT/RW) di wilayahnya
2. RENCANA KERJA
2.1 Pemantauan dan Perencanaan
• Pemantauan sub proyek dilakukan untuk menginventarisasi bagian fisik yang perlu penanganan berupa perbaikan maupun pemeliharaan menggunakan formulir yang tersedia. Kegiatan ini dilakukan oleh Kepala Dusun bersama Kader Teknis dalam periode tertentu. Pencatatannya dimasukkan dalam blangko standar inventarisasi rencana pemeliharaan
• Perencanaan merupakan tindak lanjut dari pembahasan data inventarisasi sub proyek yang selanjutnya akan ditulis dalam draft rencana pemeliharaan.
– Jumlah tenaga kerja dengan mempertimbangkan rencana dan waktu yang akan digunakan untuk melaksanakan rencana pemeliharaan tersebut.
– Volume kebutuhan material dan kemungkinan sumbernya
– Jumlah kebutuhan biaya dan perkiraan penggalian dananya
• Pembuatan Jadual Program Pemeliharaan

2.2 Kegiatan Pemeliharaan
• Rutin
Kegiatan ini dilakukan dengan bagian dan frekuensi yang telah disepakati dalam musyawarah. Frekuensi pelaksanaan dilakukan dalam mingguan, 2 mingguan dsb nya dalam bentuk kerja bakti. Yang pokok adalah tingkat rutinitas dalam pelaksanaan pemeliharaannya
• Periodik
Kegiatan ini dilakukan dalam waktu tertentu berdasarkan data pemantauan lapangan yang tertuang dalam Form rencana kegiatan pemeliharaan yang sudah disetujui berdasarkan kesepakatan musyawarah. Umumnya rencana periodic ini sudah memuat perhitungan biaya, bahan alat serta jumjah tenaga kerja yang akan dikerahkan.
• Darurat
Kegiatan pemeliharaan darurat adalah kegiatan yang harus segera dilaksanakan, karena kondisi kerusakan yang cukup berat. Umumnya disebabkan karena bencana alam.

2.3 Perkiraan Kebutuhan Sumber Biaya
Dalam musyawarah desa telah disepakati bahwa :
1. Bahan atau material yang tidak terdapat di desa membeli dari luar atau liveransir
2. Alat kerja menggunakan milik warga
3. Tenaga kerja swadaya atau gotong royong warga setempat

2.4 Mekanisme Pengerahan Tenaga Kerja dan Biaya
Usulan kegiatan pemeliharaan hasil pementauan tim koordinasi ataupun kelompok masyarakat terhadap sub proyek PNPM Mandiri Perdesaan:
• Musyawarah desa membahas hasil pemantauan untuk mendapatkan draft rencana pemeliharaan yang selanjutnya ditetapkan menjadi rencana pemeliharaan sub program PNPM-MD yang meliputi jenis dan lokasi kerusakan, alternative penanganan, perkiraan kebutuhan biaya, jadual dan pembagian kelompok kerja serta frekuensi kegiatan.
• Pengawasan dan pendampingan pelaksanaan dilakukan oleh tim koordinasi dengan sanksi sebagaimana disepakati dalam musyawarah awal pemeliharaan.
• Hasil pemeliharaan harus dimuat dalam format laporan kegiatan pemeliharaan untuk selanjutnya dilaporkan oleh kades sebagai penanggungjawab kepada masyarakat dan kepada PjOK Kecamatan atau TK PNPM-MD Kecamatan.

3. RENCANA SUMBER DANA
Merupakan tugas seksi dana untuk menghimpun dana dari penerima manfaat sub program PNPM-MD dalam bentuk penarikan langsung ataupun tidak langsung, ataupun harus digali dari swadaya masyarakat dimana sub proyek berada dan dimanfaatkan.

3.1 Sistem Pengadaan Dana
1. Iuran per KK berupa uang tiap bulan yang ditentukan berdasarkan musyawarah
– Jalan Rp. 2.500/tiap pasca panen
2. Sumbangan material dari desa
– Batu 2 m³/bulan/desa
– Sirtu 2 m³/bulan/desa
3. Lain-lain (tergantung kondisi dan kemampuan masyarakat desa)
– Bantuan dari warga yang ada di luar kota (TKI) Rp. …………………………..
– Bantuan Swasta / Pengusaha Rp. ……………………………
– Bantuan dari program lain Rp. ……………………………

3.2 Mekanisme Pengelolaan Dana
Dana yang terkumpul selanjutnya dibukukan oleh bendahara dan jumlahnya diumumkan dalam musyawarah. Sebagian dana akan dialokasikan bagi kegiatan pemeliharaan praasarana. Perkiraan kebutuhan dana pemeliharaan diharapkan lebih kecil dari pemasukan, dengan catatan semakin sering dilakukan pemeliharaan (rutin), maka biaya pemeliharaan yang dibutuhkan akan semakin kecil.

4. TENAGA KERJA
4.1 Mekanisme Pengerahan Tenaga Kerja
Telah disepakati dalam musyawarah desa, bahwa pengerahan tenaga kerja untuk melaksanakan kegiatan pemeliharaan pada dasarnya dikoordinasikan secara sektoral, sebagaimana telah diuraikan pada butir 2.2 Kegiatan Pemeliharaan.
4.2 Sumber Daya Tenaga Kerja
Telah disepakati dalam musyawarah desa, bahwa tenaga kerja untuk melaksanakan kegiatan pemeliharaan dengan swadaya atau gotong royong segenap warga setempat, secara umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s