PILKADA FENOMENA BARU PASCA PILPRES PILIHAN Melalui Kebijakan Pemberian dukungan Calon Independen melalui Internet. Dumadi Tri Restiyanto


PILKADA FENOMENA BARU PASCA PILPRES

PILIHAN Melalui Kebijakan Pemberian dukungan Calon Independen melalui Internet.

Dumadi Tri Restiyanto

Pasca Pilpres dimana pemilu langsung pemilihan presiden telah berlanjut dengan pilkada yang berlangsung dengan berbagai macam cara, dengan  ada yang memakai media sms atau media lain seperti internet dan face book. Fenomena baru dalam pilkada di mana pada 5 tahun yang lalu media sangatlah tradisional, dan sekarang berkembang dengan cepat.

Ditambah lagi dengan menggunakan perkembangan informasi melalui internet sampai ke pelosok-pelosok desa, menjadikan perkembangan baru metode kampanye, dimana lima tahun yang lalu sangatlah tradisional yaitu melalui poster dan pamphlet. Fenomena ini melahirkan sebuah fenomena dimana ada gerakan baru  pemimpin daerah yang mampu mampu merebut simpati pemilih pemula dengan melalui teknologi yang lebih menjadikan iming-iming dan symbol kemampuan dan intelektual calon.

Yang jadi permasalahan adalah para calon yang belum menguasai teknologi informasi disamping mereka adalah tokoh-tokoh partai tradisional yang masih menggunakan cara kampanye yang cukup ketinggalan jaman.  Kalau di Amerika Serikat Barak Obama mampu memenangkan pilihan presiden dengan menggunakan media face book.

Bahkan para birokrat masih mendominasi karena mereka memiliki sumber dana dan institusi yang masih dapat ditunggangi, ke depan pilkada akan mengalami sebuah revolusi yang spektakuler Karen merupakan bentuk dukungan yang melalui internet atau face book.

Namun belum ada criteria dukungan itu berapa persen dukungan suara dan pendukung harus berasal dari kota atau profinsi yang sama, dukungan seperti ini dibutuhkan sebagai upaya atau bentuk lain penggalian dukungan, dan hal ini akan mengikuti perkembangan generasi muda sains dan teknologi, karena dalam masa depan pemimpin yang tidak gagap teknologi dibutuhkan untuk memimpin daerah.

Para calon sekarang biasanya adalah orang-orang berkapital dan bermodal, dan pasti suatu saat aka nada dukungan kepada seseorang secara sadar untuk mendukung calon pemimpin mereka yang memberikan sebuah harapan melalui pesan-pesan politiknya melalui internet dan face book.

Sehingga para kapitalis dan birokrat tidak mampu memebendung gerakan ini. Mereka menggalang kekuatan, simpatisan , melaui internet, mau menjadi saksi secara sukarela, team sukse, dengan kocek sendiri karena kesadarannya kan demokrasi dan membangun negeri sendiri.

Sebetulnya Undang-undan ITE dan telematika mulai membentuk sebuah UU, PerPu, Perraturan Pmerintah atau perda tentang dukungan seperti inoi , karena dukungan tradisional sangat sulit untuk dilakukan verivikas dan sangat sulit dijalanka. Hal ini dapat dilakukan melalui mahykamah konstitusi, ataupun lembaga lain yang kompeten karena pesatnya perkembangan jaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s