AWASI PILKADA PURWOREJO PENGGELEMBUNGAN SUARA DAN DANA ADALAH KORUPSI


AWASI PILKADA PURWOREJO
PENGGELEMBUNGAN SUARA DAN DANA ADALAH KORUPSI

Pilkada Purworejo sebentar lagi, ada beberapa catatan pasca pilpres dan pileg 2009, akan memunculkan berbagai macam pertanyaan tentang hasil pemilu 2009, dan apakah pelaksana pilkada baik KPU, PPK, PPS , dan KPPS bias dijamin kejujurannya dan keabsahannya.
Ada indikasi kecurangan yang harus diperhatikan masyarakat purworejo, sehingga harus memantau dan mengawasi lebih tajam, sehingga harus berani melaporkan bila ada kecurangan dari sisi manapun. Karena setelah saya pelajari proses permulaan saya melihat dan mengetahui berbagai bentuk kecurangan, dan terlihat banyak kejanggalan baik jadwal, pembentukan Panwas, PPK, PPS, PL, dan KPPS. Waktunya diulur-ulur dan ada indikasi syarat kepentingan dari berbagai pihak menunjukkan ada pesan dan kepentingan kelompok dalam pilkada 2010 Purworejo.
Banyak lubang kecurangan dalam pemilu terutama di antara para panitia bila tidak diawasi dengan seksama, sehingga muncul banyak kecurangan, baik penoblosan ulang atau perhitungan suara bahkan penggandaan atau penggantian kotak suara. Hal ini merupakan cara-cara dalam pemilu dan pilkada, belum pembelian suara.
Yang harus diwaspadai adalah dengan adanya proses pilkada yang tidak sesuai asas pemilu akan menyiapkan kehancuran ke depan dalam pelaksanaan pemerintahan. Karena kepala daerah yang lahir dengan kecurangan dan politik uang akan sarat korupsi dan penyelewengan, kalo awalnya sudah menceng kan garis akan menceng juga.
Orang kadang tak asar satu suara curang berarti pengkianatan satu nyawa, dan satu bentuk bibit korupsi, dan itu meraja lela. Oleh karena itu harus banyak pengawasan, ini awal penyimpangan dan termasuk katagori korupsi, sedangkan sebenarnya sudah ada sanksi hukumnya, tapi pemgawasan masyarakat belum dapat optimal karena masyarakat sendiri tidak peduli.
Bahkan sekarang ada kecenderungan orang takut mencalonkan diri karena keuangan yang tidak kuat untuk mendanai saksi, dan dibalik itu rakyat sering minta neh-aneh yang gak logis, jalam lah, apa saja yang penting semua yang prakmatis, bukan konsep politik itu sendiri. Sepertinya sudah ada kecenderungan bahwa orang kaya adalah yang bias mencalonkan diri sebagai bupati, dan berpenampilan perlente, namun ternyata rakyat juga sebaliknya tertipu kamulflase ternyata setelah jadi ya lupa, wong kalo mereka kaya k an tidak mungkin untuk masuk di dalam bursa kompetisi yang jelas mendapatkan banyak fasilitas. Resikonyapun dipenjara.
Memang pemimpin gambaran dari rakyatnya, la ada orang yang bicara bahwa cabub harus fit and properties, dan legislative ya juga.. wah apakah itu gak nglanggar demokrasi, namanya tertimbang, kan kita tahu negeri maling itu kalo pemilihan pimpinan maling menang kan waja. La kalo si orang jujur harus menang ya cari kawan jujur minimal 50 plus satu.
Artinya nasib sebuah Negara tergantung rakyatnya, la papabila rakyatnya bermental mengemis ya negeranya namanya negera pengemis, kalo banyak utang ya Negara utang. Tapi anaeh negeri kaya kok banyak utang, mungkin Karena kaya bsa utang, la kalo dah miskin ya jadi budak dan pelacur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s