PILIH ORANG GILA ATAU PILIH KERA ?!


PILIH ORANG GILA ATAU PILIH KERA ?!

Desa Pulosari Kec.Kepil Wonosobo tiap tiga tahun sekali tepat pada bulan Sapar selalu mengadakan ritual ulang tahun kethek (kera-monyet-munyuk-bedes), Suara Kedu tanggal 1 Maret 2010.
Acara tersebut di lakukan sebagai ungkapan rasa syukur karna ladang mereka bisa panen tanpa gangguan hewan tersebut.
Saya tidak mengerti mengapa mereka melakukan hal itu, apakah kethek-kethek itu semua lahir dibulan Sapar saja? Tidaklah penting hal itu buat kita ketahui. Saya hanya berandai-andai, tapi andai-andai ini biar seru, saya akan mengajak anda untuk bersama-sama berandai-andai bersama saya.
Warga Kepil hanya dengan mengulang tahun ni kera saja, tidak diganggu tanamannya, mungkin kalau ditambah dengan mengkhitankan atau mengawinkan kera-kera itu mungkin mereka bukan cuma sekedar tidak mengganggu tapi mungkin malah ikut membantu mencangkul atau menanam. Hayo siapa yang mau mengusulkan ide gila ini ke warga Kepil? Mari kita berandai-andai lagi. Seandainya saja warga kompak mau mengulang tahun ni Kades dan Perangkatnya, mungkin saja ajudikasi tidak diganggu, mesin pompa bantuan dinas pertanian tidak diganggu, lumbung desa juga tidak diganggu sehingga tidak buat rumah tikus, dan masih banyak lagi.
Atau mungkin bukan cuman Kades dan Perangkatnya saja. Bila perlu “BPD” super jempolnya juga kita ulang tahun ni agar mereka bisa menjaga dan melindungi masyarakat dari gangguan. Nanti kita buat Tim untuk mendata tanggal lahir mereka semua. Kita kerahkan ibu-ibu PKK untuk membuat jadwal perayaan ultah, kita buat jadwal para ulama untuk mempimpin doa, tidak ketinggalan kita siapkan paduan suara untuk menyanyikan lagu Happy Best Day To You. Bila perlu kita buatkan Perdes khusus agar acara ulang tahun ini ada payung hukumnya. Apakah anda setuju? Bagi yang yakin bila hal ini bisa membuat aman dari gangguan tentu akan menjawab setuju, tapi bagi yang tidak yakin tentu tidak setuju karena ini pemborosan atau bahkan akan menganggap saya ini gila. Tapi saya pikir saya dianggap gila tidak apa-apa. Gila saja masih mau memikirkan kemajuan desanya, dari pada orang waras punya jabatan tapi malah merusak seperti kera!
Hayo siapa yang gila dan siapa yang kera?!
Mari kita perhatikan sajian orang gila ini :
Di RW 03 saya yang dianggap gila melakukan pendataan dari rumah ke rumah menemukan fakta 73 bidang tanah peserta ajudikasi di hitung dengan benar. Tapi di RW 05 saya temukan 65 bidang tanah dihitung dengan cara salah / tidak benar.

Lagi – lagi mari kita perhatikan sajian orang gila ini :
Di RW 03 seseorang yang bernama Saring (saya juga tidak tahu, kenapa dinamakan Saring) mempunyai sebidang tanah seluas 30 ubin beliau dikenakan tarip Rp 480.000 menurut saya ini dihitung dengan cara benar. Mari kita perhatikan 30 ubin x Rp 300.000 = Rp 9.000.000 x 2 % pologoro = Rp 180.000 + biaya ajudikasi Rp 300.000 = Rp 480.000 ini benar.
Mari kita perhatikan lagi sajian si Gila ini :
Di RW 06 seorang penjual roti keliling yang bernama Ridwan mempunyai sebidang tanah seluas 25 ubin dikenai biaya Rp 830.000 menurut si Gila ini Ridwan kelebihan Rp 380.000
Mari kita hitung, 25 ubin x Rp 300.000 = Rp 7.500.000 x 2% = Rp 150.000 + Biaya Ajudikasi Rp 300.000 = Rp 450.000 jadi Ridwan sang penjual roti keliling ini kelebihan biaya Rp 380.000
Padahal penghasilan dari jual roti keliling ini perhari hanya ± Rp 30.000 ini adalah keringat beliau selama 11 hari keliling jualan roti. Siapa yang mau keringatnya Ridwan selama 11 hari? Pasti hanya orang gemblung yang mau.
Dari sajian di atas, tentu anda bisa memilah dan memilih, mana kera, mana orang gemblung dan mana orang gila.
Jika dulu Bung Karno pernah berkata dengan lantang “Berikan aku 10 pemuda maka akan ku guncang dunia!”
Maka saat ini saatnya saya berteriak “Berikan aku 10 pemuda gila maka akan saya tumpas korupsi sampai keakarnya1”
Sekian untuk hari ini, besok kita sambung lebih gila lagi.
“Hayo siapa yang mau jadi gila seperti saya?!”

Dlangu, 5 Maret 2010

– FATHUR HUDA-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s