Money Politik dan Kemiskinan Struktural dan Krisis Kepercayaan Pada Pemimpin


Money Politik dan Kemiskinan Struktural dan Krisis Kepercayaan Pada Pemimpin

Fenaomena money politik telah mengotori Pilkada Purworejo. namun ada keunikan di Purworejo dibanding tempat lain seperti Kebumen, karena ada perlawanan di kalangan anti money Politik dengan bernagai macam, dari bentuk penolakan, maupuun penangkapan,dan berbagai macam kelanjutan, meski sistem UU Pilkada memberi peluang bagi calon untuk melakukan money politik dan hanya yang menjadi tujuan hiukum hanya masyarakat kecil yang jadi alat money politik karena mereka lebih tertangkap.
Ibaratnya demokrasis elallu bilang yang punya pucuk senapan dan pucuk uang menang, dan rakyat hanya diberi sebuah tulang dianggap anjing lapar dan dijaduiakn alat kekuasaan tanpa penyadaran dan pencerahan. setelah itu sudah dianggap sebagai perdagangan ijin belaka. Karena disambut dengan sebuah kemiskinan yang sudah struktural jadi hanya diberi pedokman kamu dah miskin kalau ndfak dapat hari ini kapan, kamu cukup tulang ini hai anjing lapar.
Sejarah menunjukan bahwa dengan datangnya orang asing yang menawarkan barang-barang untuk menukar dengan harta keekayaan rakyat telah lama bangsa ini menjadi miskin, Dimana para pemimpin pada beradu dan berebut kekuasaan dan berebut roti sehingga memunculkan kekayaan. Dan kebiasan feodal untuk meminta pada penguasa dan kemudian membayar upeti yang cukup besar telah menjadikan rakyat secara kultural menjadi kaya. Seperti karya Mac sia veli yang menceritakan bahwa raja pada waktu itu membuat lemah rakyat dengan tujuan menguasainya. Kadang kelemahan itu bisa dilakukan dengan memanjakan atau membodohi, sehingga tergantung dan menjadi orangt-orang yang berikatan dengan kekuasaan.
Namun pernah dikatakan dalam diskusi bahwa orang gak waras dalam demokrasi itu sma dengan suaranmya dengan einstein dlam pemilu. Itulah ndemokrasi, suara berdasarkan suara rakyat kebanyakan, namun kesadarn rakyat ityu jika dibuai artinya kemenangan semu itu berbahaya dalam demokrasi itu sendiri.
Kenapa untuk emenangkan sesuatu harus memangsa orang mengenal kemudian memilih meberi sesuatu tanpa tahu apa yang akan dilakukan setlah menang, yang ada sumber mana yang bisa dikeruk, konyol, dan menganggap rakyat seperti Anjing lapar adalah sesuatu yang dianggap memuakkan.
Namun saya bangga sebagian besdar rakyat Purworejo menolaknya. Inilah yang saya kagumi dari rakyat Purworejo, sehingga tidak mau ikut-kutan kabupten tetangga yang baru terukur bahwa rakyat Purworejo ;lebih makmur, malu dipimpin dengan orang bagi-bagi duwit. Saya yakin jika ini dipertahnkan Purworejo akan maju dan terhormat di mata Indonesia, karena memiliki keragaman budaya yang unuk, meski dulu hanya disebut kota pensiunan.
Baru orang tahu bahwa Purworejo adalah lumbung beras yang cukup besar dan dari Kutoarjo dikirim Ke Jakarta baik melalui pasar atau Gudang Dolog. Jangan dikira kota stagnan atau kota mati.
Purworejo adalah kota dengan penduduk kaya, coba anda naik becak dengan bayaran 5000 rupiah pasti ditolak minim 10.000 lah di tempat lain aku pernah naik becak ongkos 3000 jauhnya bukan main.
inilah yang tidak diketahui, cadangan biji besi luar biasa, panen kayunya, atau tebu, atau keragaman tempat wisata, bahkan kadang orang rantau menyesal setelah merantau. Kekayaan ikan lautnya cukup luar bisas, jadilah kotaju jota berbudaya dan bermartabat, go to hell your price maneuy politics, I have much..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s