Penjadi pengemis di negeri sendiri


Penjadi pengemis di negeri sendiri

Mengkaji ulang lagi KaryapKarya Bung Karno di dalam Dibawah bendera Revolusi, mngembalikan ingatan kita bahwa akanterjadi suatu saat dimana dikenal dengan Tahun Vivire Pericoloso, bangsa kita menjadi budak di negeri Sendiri, ternyata lebih perico,oso lagi, sudah bahaya yaitu menjadi pengemis di negeri sendiri. dimana sudah tidak ada pekerjaan dan yang hanya adalah meminta-minta untuk rezeki di negeri Sendiri. Bukan perantau bukan pengembara, tapi menjadi ayam mati di lumbung beras.
Kemerdekaan dan kemakmuran rakyat adalah kristalisasi keringat, dan terbyata kristalisasi keringat itu tak pernah berbuah dan menjadilah rakyat yang berharap pemberian sang sinterklas, pemeberian berupa BLT, uang politik, semua yag berupa uag untu menyambung hidup, tak peduli akibatnya. Kadang kita berpikir catatan-catatan Sukarno ini memberi pesan bagi penerus bangsa, namu kita sudah tak berdaya Indonesia seakan sudah taka Ada, Sang saka tak berdaya, Pancasila hanya slogan belaka.
Semenjak Pemilu yang cukup demokratis padsa tahu 1999 setelah pemilu yang juga Demokratis di tahun 1955, arti demokrasi telah tercoreng dengan adanya amandemen UUD 45, dimana Pemilihan Presiden langsungm dan perubahan sistem Pemilu Lgislatif, telah membawa kepada maraknya Money Politik pada Pileg 2004 dan Pilpres 2001,ada gejala tapi semua orang tak ada yang menghiraukan, dan Parpolpun tidak begitu menghiraukan.
Meski setelah hasil Pemilu kehidupan rakyat tiidak membaik, rakyat tetap menikmati sistem Politik uang tersebut, dan tidak pernah menyadari ketila BBM naik tinggi harga susu tak terbeli.
Bahkan mereka sudah menjadi kebiasaan dan semakin menutup kepercayaan tanpa uang bagi mereka yang harus memimpin mereka. Bereka tak peduli karen merak tak sadar bahwa akibatnya pengangkatan PNS, Kepla sekolah berakibat pada pelayanan pada mereka yang cukup mahal. ataukah sudah menjadi keputus asaan bahwa mereka tetap begini.
kalaupun mereka mungkin diminta untuk memilih antara Dijajah asing dan merdeka pada saat referendum, menanbglah opsi dijajah bila para penjajah mau membgai uang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s