Kalah jadi Abu Menang Jadi Arang


Orang bilang pada berebut jadi priyayayi, karena mereka dah sibuk cari duwit sekarang ingin jadi Ndoro, Ndoro bupati. ( Calon berebut berlomba untuk emnduduki kursi nDoro itu, semua cara dilakukan halal atau tidak halal. Inilah fenomena politik Liberal hasil UUD Amandemen, UUD yang lahir oleh ciptaan Borhuis Legislator. Para Borjuis yang ingin mengamankan kapital mereka atau cari sumber abru yaitu jadi Feodal baru.
Segala cara dilakukan cari utangan sana-sini cari gadean sana-sini gak peduli tahu atau tidak tahu ketatanegaraan, kan nanti banyak punggawa yang mendaftar atau melamar mengerjakan pekerjaan pekerjaan penting. Peluru dah disiapkan logistik di siapkan siap menembak kesana kemari, semua peluru beretbaran, ada yang lancar ada yang mejen. Begitulah Demokrasi kita, demokrasi pepesan kosong, dan perang yang tak ada hentinya.
rakyat semakin terbelah, para pesaing saling mengalahkan, jadilah kekuasaan menjadi kekuasaan minoritas, datanglah Kompeni melerai, dan lemahlah mereka baik yang kalah maupun yang menang, rakyat memukul2 kentongan sambil emnunggu kucuran atau cipratan dana.
Pilkada pasca pilihan langsung, Pemilu pasca pilihan langsung, bentuk dari demokrasi kita tanpa konsep, tanpa cita, tak perlu mikir, duwit gede menang, siapa kuat menang asu gede menang kerahi., asu cilik rebutan balunge.
Orang-orang pada cemas kapan cipratan itu keluar, sambil harap cemas, sambil menyiapkan kartu suara, siapa tahu bisa diuangkan.. inilah fenomena demokrasi kita.
Maka tepatlah bahwa demokrasi kita adalah selayaknya demokrasi terpimpin, kembalikan pada Pancasila dan UUD 45 yang asli. Yang tanpa liberal-liberalan tanpa duwit duwitan, tanpa voting-votingan dan mengedepankan musyawarh dan mufakat.
Sistem perwakilan bisa berubah, dan tidak memakan biaya cukup besar yang merugikan uang rakyat, yaitu kongres nasional untuk pemilihan presiden yang dihadiri Bupati dan Walikota. Kongres Provinsi untuk memjilih Gubernur yang dihadir Bupati dan walikota, serta Kongres Kabupaten yang diwakili Kepal Desa dan Lurah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s