Persaingan Media Telepon Nirkabel Menggeser Telepon Kabel dalam Liberalisasi Informasi


Persaingan Media Telepon Nirkabel Menggeser Telepon Kabel
dalam Liberalisasi Informasi

Monopoli telekomunikasi dalam kejayaannya telah digeser oleh kekuatan teknologi gelombang elektromaknetik, menggeser arogansi serat optic. Dimana perkembangan monopoli keuntungan yang cukup besar dari telepon kabel, terutama dalam pemasangannya telah di saingi oleh kekuatan gelombang nikrkabel yang mampu menekan biaya pasang yang cukup murah. Ini pelajaran sejarah besar dalam dunia usaha, karena tidak ada usaha yang mapan tanpa dgoncangan dalam perjalanan waktunya.
Apapun yang terjadi dalam global makro ekonomi akan mempengaruhi sebuah keputusan bisnis secara mikro. Pakar mikro ekonomi telah memberikan prediksi yang cukup spektakuler dimana Cateris paribus akan tereleminasi denagn sendirinya dimana teknologi telah mampu menjawab tantangan jaman. Mobilitas barang begitu sempurna, dan informasi cukup simetris antara konsumen dan produsen, sehingga konsumen mengetahui informasi pasar secara transparan.
Dimana dalam teori mikro ekonomi yang dianggap statis telah mampu menjawab ketentuan pasar dalam postulat yang tegas dimana dalam monopoli bahwa MR = -½ D, jadi dalam monopoli semakin tinggi harga barang akan menurunkan permintaan dan permintaan akan menurun mengakibatkan menurun , bahkan sampai pada posisi MC>MR, sehingga sebenarnya kondisi monopoli harus dipertahankan pada peningkatan pelayanan dan efisiensi sehingga harga tidak naik yang mengakibatkan keuntungan terus menurun.
Sedangkan dalam pasar persaingan sempurna dimana MR = D dimana semakin pendapatan akan meningkat selama permintaan terus meningkat dan sebaliknya, sehingga keuntungan hanya diperoleh dari surplus produksi karena inovasi-inovasi di bidang, pelayan dan pemasaran. Oleh karena itu sebuah system itu akan menguntungkan atau merugikan tergantung pada perilaku pelaku pasar itu sendiri.
Kadang pakar ekonomi mikro sering dikecilkan artinya oleh para manajer dan teknokrat dimana prediksi-prediksi pasar membutuhkan analisis para pakar ekonomi mikro. Kebutuhab dan permintaan para ahli mikro ekonomi ini sebenarnya cukup besar, namun karena peranannya dianggap kecil namun kadang tidak diambil dengan alasan efisiensi dan tidak begitu peka bahwa perannya cukup besar. Biasanya hanya menentukan kebutuhan ahli bidang, teknisi, manajemen, keuangan dan pemasaran.
Pelayanan konsumen sangat penting dilakukan didalam situasi monopoli ataupun persaingan sempurna, namun kadang produsen melupakan bahwa letak keberhasilan bisnis dan keuntungan produsen adalah konsumen itu sendiri sebagai penentu kehidupan para produsen dan kru mereka.
Sudah tidak saatnya di dalam system manajemen itu sendiri ada pola-pola pengambilan keuntungan pada konsumen yang tidak sehat, dimana konsumen harus menyediakan jaringan sendiri, kemudian harus dibebani biaya-biaya yang sebenarnya bukan tanggung jawab konsumen, jadi control terhadap pelaku di dalam ranah produsen harus melakukan pengawasan yang ketat terutama di dalam pelayanan pada konsumen baik harga maupun pelayanan.
Sudah bukan saatnya lagi wktu tunggu yang terlalu lama, sehingga terjadi diskriminasi konsumen, hal ini mengingat begitu cepatnya informasi dan diterminasi produk yang cukup mudah dan sempurna, konsumen akan memiliki kekuatan nilai tawar dengan sendirinya, karena ketatnya persaingan antara para produsen.
Produsen harus sadar loyalitas konsumen itu adalah sumber panjangnya umur produsen, dan semua tidak ada yang mampu melawan perkembangan alam dan jaman, entah itu perusahaan Negara ataupun swasta. Konsumen akan selalu memilih siapa yang memberikan pelayanan yang terbaik. Catatan harus ada perubahan perilaku para pemegang kekuasaan bisnis dalam feodalisme ekonomi menghadapi era kapitalisme ekonomi, dan polpolus sosialis di kalangan konsumen atau rakyat, karena domkratisasi di dunia ekonomi dan bisnis tumbuh seperti perkembangan demokratisasi ekonomi, yaitu ekonomi dari konsumen untuk konsumen. Produsen hanya pelayan saja.
Para pelaku atau pegawai yang merasa bahwa menduduki posisi perusahaan adalah seperti mendapatkan sebuah istana baru dan kemapanan sudah harus mengembangkan diri bahwa tidak ada sesuatu yang mapan dan tidak ada sesuatu yang diperoleh tanpa kerja keras, cita-cita sosialisme awal dlam kandang kapitalisme tetap akan memiliki dialektika yang sma, era feodalisme tlah tumbang.
Sudah bukan saatnya lagi para pelaku usaha dalam ukuran besar menjadi tidak menyadari bahwa perusahaan besar tanpa sel-sel sumber daya yang berperan dalam kehidupan usaha akan memiliki kemampuan untuk bersaingan dalam dunia usaha karena kesehatan bisnisnya.
Karena setiap perusahaan akan mengalami siklusnya baik siklus pertumbuhan, siklus muda dan tua. Tapi ukuran umur itu tergantung jenis usaha dan para pelaku did lam organisasi perusahaan mikro, karena banyak kebijakan makro harus didukung oleh kemampuan kekuatan mikro untuk bersaing.
Sebuah usaha bukanlah hanya untuk menghidupi para pegawai ataupun pemilik usaha tapi harsu disadari merupakan milik konsumen juga, karena kepercayaan konsumen adalah sangat mempengaruhi umur dan kesehatan sebuah badan usaha, baik BUMN, BUMD ataupun swasta. Kalau tidak mengikuti perubahan akan mengalami keruntuhan ibarat raksasa bisnis yang tumbang.
Paling tidak kita rasakan betapa keangkuhan produsen teknologi telekominikasi akan menjadi merangkak bersaing mempengaruhi konsumen dengan berbagai bentuk tawaran dan pelayanan yang mempunyai kemungkinan apapun pelanggan untuk mengalihkan loyalitasnya apabila tidak dilayani oleh produsen dengan baik. Sekarang Konsumen adalah raja bukan pihak Produsen atau penyedia jasa telekomunikasi.
Oleh karena itu perusahaan telekomunikasi harus memahami beberapa syarat untu tetap hidup yaitu :
1. Meningkatkan pelayanan.
2. Inovasi.
3. Minimalisasi biaya-biaya.
4. Tenaga kerja dalam bidang teknologi yang handal
5. Pemasaran yang baik dan prima.
6. Membangun paradigm baru dalam teknologi dan mampu mengantisipasi kepentingan pasar dan kebijakan nasional dan internasional.
Rekrutmen pegawai yang nepotisme sudah bukan saatnya lagi, dan mengeluarkan biaya-biaya yang tidak terencana sehingga dijatuhkan pada konsumen sudah tidak akan mempertahankan umur perusahaan. Karena profesionalisme adalah jawabannya, persaingan cukup ketat saat ini, dan kekuatan apapun tak bias mengendalikannya karena keuatan alam itu sudah luar biasa, dan tetata secara sistemik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s