Pilih Mana? Monarki Kerakyatan atau Demokrasi yang Feodal


Pilih Mana?
Monarki Kerakyatan atau Demokrasi yang Feodal
Oleh : Dumadi Tri Restiyanto, SE, MSi.

Perdebatan besar antara Presiden SBY dan Sultan Hamengkubuwono X tentang bentuk Negara menjadi isu penting saat ini. Perdebatan ini akan merujuk dis integrasi bula tidak dilakukan komunikasi lebih baik antara dua belah pihak. Karena tidak ada system tata Negara yang sempurna dalam bentuk Negara dan kedaulatannya. Paham Monarchi dan Demokrasi merupakan bentuk Negara dalam rangka menentukan pendekatan bahwa secara kemanuasiaan bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan. Sebenarnya criteria monarki dan demonrasi ala barat dan timur cukup berbeda dalam sejarah dan pendekatannya.
Apakah demokeasi adalah keinginan rakyat?
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, namun apakah demokrasi Indonesia adalah keinginan rakyat Indonesia? Belum tentu Demokrasi adalah keinginan rakyat. Karena demokrasi hanyalah sebuah pendekatan penyaluran aspirasi. Demokrasi yang merupakan bentuk sarung dari Feodalisme dan absolutisme adalah merupakan bukti dan fakta sejarah Indonesia. Apakah rakyat Indonesia suka demokrasi? Apakah demokrasi akan dimenangkan rakyat? Apakah demokrasi sekarang merupakan keinginan rakyat atau kelompok lain dan apakah rakyat pada posisi yang diuntungkan? Semua akan terjawab, bahwa demokrasi langsung dan demokrasi ala barat tidak memenangkan dan memihak keinginan rakyat, apakah demokrasi itu asli atau hanya titipan, hanya obat yang dipaksakan, ibarat pupuk yang sebenarnya bukan kebutuhan petani. Ibarat tanaman kurma atau apel yang harus ditanam rakyat, tapi tak pernah berbunga dan berbuah. Hanya indah untuk dipandang, hanya jadi perhiasan yang menghiasi etalasi kaum kapitalis dan feudal, kaum birokrat dan rakyat hanya menontot saja.
Apakah Monarki tak baik untuk rakyat?
Kita tahu mana monarki saat ini yang tidak kuat negaranya, coba anda lihat : Jepang, Belanda, Inggris, Yordania, Saudi Arabia, Spanyol, Thailand, Brunei Darusalam, Persemakmuran Malaysia, makmurkah mereka, atau miskinkah mereka. Semua akan menjawab makmur bukan. Tidak selamanya konsep sesuatu yang kita anggap kuno itu jelek, tidak baik. Monarki selalu mengikuti perkembangan jaman kalau selalu ingin bertahan, monarki hancur seperti Prancis, karena itu Monarki Absolut, ataupun Monarki Iran, semua itu karena pemerintahan yang tidak bersih dan sehat.
Apakah Demokrasi tidak melahirkan pemimpin-pemimpin ala monarki Absolut, mementingkan keluarga dan kelompoknya, satu orang senang orang lain menderita. Apakah tidak kita lihat akibat demokrasi Liberal sekarang. Demokrasi yang kita rasakan saat ini adalah dimenangkan oleh uang dan senjata, semua yang kuat mengalahkan yang lemah, deitator minoritas dengan membeli mayoritas.
Inggris Maju karena Demokrasi Konstirusional?
Sebenarnya Sri Sultan HB X sudah mengalah dan berjiwa besar dia berkata “ Kalau memang kekuasaan Gubernur harus dia lepas dia akan lepas, asalkan memang keinginan rakyatnya.” Peristiwa seperti ini terjadi di Inggris namun keinginan rakyat adalah ada pemisahan kekuasaan antara Negara di bawah raja dan pemerintahan di bawah Perdana Menteri. Kalau Indonesia mau begitu juga bias kekuasaan pemerintahan dibawah Perdana Menteri dan Negara di bawah Preseiden, adil kan. Semua itu pernah terjadi.
Semua itu adalah bentuk dari apakah rakyat ingin memiliki bentuk Negara, baik keistimewaan, daerah khusus, ataupun daerah administrative,s emuanya sah, jika rakyat menginginkan. Karena Negara tanpa rakyat adalah tidak ada, dan rakyat tanpa Negara pun tidak apa-apa.
Pada awalnya juga masyarakat tidak kenal Negara, mereka hanya kenal kelompok kecil masyarakat primitive, namun sifat manusia saling menguasai, sehingga terjadilah kekuatan raja-raja, raja-raja ditumbangkan kaum pemodal, dan pemodal mendirikan bentuk Negara demokrasi untuk menguasai rakyatnya, dari budak menuju perburuhan yang sama saja bahkan lebih menderita. Namun Dealektika itu adalah dealektika barat, kalau Timur atau Indonesia, raja jatuh karena apa datangnya paham asing, paham penjajahan yang memporak porandakan persatuan.
Negara kuat bukan berdasarkan menguasai daerah lain tapi membangun kekuatana bersama seperti Majapahit< Universiats Hidup Berdampingan, tidak menguasai dan menundukan, Pelayaran dan perdagangan damai dimana-mana, kebudayaan berkembang pesat, bangunan-bangunan megah, namun apa setelah pecah belah maka masuk kekuatan Asing, kekuatan Imperialis tImur Tengah dan imperialis barat, rakyat menjadi masyarakat kelas tiga dibawah kekuasaan kaum amtenar. Tidak ada sejarah buruk rakyat menumbangkan pemerintahanh Indonesia, hanya ada perebutan kekuasaan antar raja karena pengaruh asing dan Bencana Alam seperti mataram Hindu. Ada Universitas Nalanda di Sriwijaya, Ada Sotasoma, ada Negara Kretagama, dan peradaban teknologi pandai besi dan senjata seperti keris , rencong, Bajang, Mandau dan rencong, senjata pusaka yang adi luhur. Pertanian subur dan hasil pangan melimpah ruah. Perniagaan terkenal sampai ke negeri Campa, dan Madagaskar. Bukan kan itu adalah hasil kekuasaan dan kearifan raja-raja pada waktu itu.
Berapa biaya demokrasi, berapa biaya yang harus ditanggung oleh rakyat secara material, moril, ekonomi dan social. Rakyat frustasi karena demokrasi, berapa biaya yang harus ditanggung oleh rakyat karena DPR yang membeli jabatan kemudian mengambil uang rakyat, PNS yang nepotism dan perjual belian sehingga tak bias kerja dan merugikan uang rakyat Karena harus membayar mereka, berapa besar korupsi dan hutang luar negeri yang harus ditanggung rakyat. Para Cendekiawan menganggur, pata bandit berkuasa, inilah hasil demokrasi.
Monarki semua tersepesialisasi, orang nyaman belajar Karena siap dengan tugas dan pekerjaanya, para rakyat sadar posisinya karena tugasnya pedagang belajar perdagangan, buruh dan tukag belajar ketrampilan dan membuat barang, para prajurit berlatih melindungi Negara, para tata Negara belajar mengatur ekonomi Negara, semua tertata orang tepat pada tempat dan posisi yang tepat. Rakyat sadar posisi, pemerintah tahu tugasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s