MENGKRITISI DANA PNPM MANDIRI PINJAMAN DANA BERGULIR


MENGKRITISI DANA PNPM MANDIRI
PINJAMAN DANA BERGULIR

Latar Belakang

Selama 10 tahun terakhir, Pinjaman Dana Bergulir yang beroperasi di bawah PNPM Mandiri, dan program-program pendahulunya telah tumbuh menjadi program nasional yang cukup signifikan, program dana bergulir yang berbasis masyarakat beroperasi untuk menjangkau orang-orang miskin yang tidak memiliki atau memiliki keterbatasan pada akses sumber-sumber kredit.
Sampai dengan tahun 2009, diperkirakan setidaknya ada 2.535 dana bergulir yang beroperasi di bawah PNPM Mandiri Perdesaan, dengan modal total sekitar Rp 1,800 miliar. Dana bergulir ini memberikan pinjaman kepada hampir 190.000 kelompok ( mayoritas dari kelompok tersebut adalah kelompok wan ita) dengan perkiraan capaian sedikitnya adalah 1,3 juta orang peminjam. Di bawah PNPM Perkotaan, diperkirakan 8.270 UPK yang mengelola dana bergulir dengan total modal Rp 1,230 miliar Pemerintah dan Bank Dunia menyadari pentingnya skala jangkauan PNPM dan kebijaksanaan pemerintah yang mendukung kesinambungan akses pembiayaan bagi seluruh masyarakat di Indononesia. Berdasarkan penilaian terhadap program dana bergulir yang sedang berjalan, maka dana bergulir yang terdapat pada PNPM Mandiri memerlukan perubahan format dari yang ada saat ini menjadi sebuah keuangan mikro yang mengadopsi praktek-praktek keuangan mikro yang baik, serta mendorong dengan aktif keterlibatan bank-bank komersial dalam meningkatkan skala keuangan mikro.
Hal ini diperlukan pada pengelolaan dana bergulir PNPM Mandiri untuk membangun solusi yang berkelanjutan dalam memberikan kredit kepada masyarakat dengan menggunakan pendekatan sektor keuangan. Pendekatan seperti ini dibutuhkan untuk mengatasi berkurangnya jumlah dana bergulir apabila dilihat dari perspektif keuangan mikro yang berkelanjutan.
Kendala profesionalisme kelembagaan pengurus PNPM masih banyak mengalami kendala terutama pada kinerja penggalian anggota perguliran dan inovasi-inovasi karena budaya organisasi dan budaya pemberdayaan belum menjadi ideology pengurus di tingkat jajaran, didorong oleh perilaku pragmatis para pelaku PNPM.
Penggunaan teori kredit klasik telah menjadi acuan mendasar, padahal logika Kapital Rumah tangga Miskin tidak memenuhi syarat 5 C. Sedangkan pengukuran 5 C adalah mengingat pada kerja dan penghasilan RTM yang rutin dan dapat memiliki komitmen kredit yang tinggi dari dudut kolateral dan karakter belum menjadi keyakinan team verivikasi dan UPK.
Persoalan mendasar pemerataan perguliran tidak dapat terjadi akibat berbagai macam aspek politik yaitu kedekatan dengan pusat kekuasaan desa dan informais desa cukup menghambat percepatan, sedangkan keterkaitan penguasa desa cukup dominan.
Sehingga kelompok RTM yang betul-betul membutuhkan tidak terjangkau hal ini akibat dari kemiskinan mereka cukup structural.
Pengalaman masa lalu diamana kekuatan hokum perguliran uang dari pemerintah cukup lemah, sehingga kesulitan membangun budaya baru yang bertanggung jawab, dan menyingkirkan kelompok tersebut, biasanya adalah dari kalangan birokrasi desa. Ukuran bagi kemampuan membayar kadang berdasarkan kepemilikan modal, padahal sebenarnya diukur dari rutinitas dan kesinambungan kerja mereka.
Pengalaman masyarakat yang telah dimanjakan oleh jarring pengaman Sosial dan Bantuan langsung tunai menghambat penyadaran bentuk bantuan bergulir yang mengembalikan pinjaman.

Tujuan
Tujuan dari Proyek Peningkatan Kapasitas dan Keberlanjutan Dana Bergulir PNPM Mandiri adaLah untuk membangun kemampuan manajemen dan keberlanjutan Badan Pengelolaan Pinjaman Dana Bergulir PNPM Mandiri sehingga meningkatkan akses terhadap Layanan keuangan mikro yang membantu daLam mengembangkan dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat yang menjadi sasaran dalam program PNPM Mandiri.
Banyak tujuan belum bias optimal karena kendala structural dan cultural di masyarakat dan perlunya good corporate governance dari aparat pemerintah terkait.

Tujuan Spesifik
1. Mendukung peningkatan kapasitas, akuntabilitas, serta restrukturisasi dan
pelembagaan skema dari Dana Bergulir PNPM Mandiri.
2 Mengembangkan strategi jalan keluar bagi Pemerintah dalam masa transisi dari
skema dana bergulir yang didukung langsung oleh pemerintah menjadi
sebuah keuangan mikro yang berdiri sendiri secara operasionaL dan finansial.
3 Memperkuat hubungan antara pinjaman dana bergulir PNPM Mandiri dan
sektor keuangan komersial. sehingga dapat membantu memastikan perturnbu-
han dan kesinambungan dalam penyediaan jasa keuangan bagi masyarakat
miskin.
4 Mencapai pengentasan kemiskinan di masyarakat sasaran PNPM dengan
memastikan aksesyang berkelanjutan untuk membiayai di masa depan.

Hasil yang Diharapkan

1. Kinerja yang baik dari dana bergulir PNPM Mandiri secara finansial dan operasional yang berdiri sendiri tanpa ketergantungan dari pemerintah, serta dikelola secara profesional dan mampu memberikan akses keberkelanjutan terhadap kredit dan jasa keuangan lainnya meLaLui hubungan dengan sektor keuangan komersial.
2 Pinjaman Dana Bergulir yang memiliki kinerja buruk akan mengadopsi kebijakan yang jelas dan tindakan untuk melikuidasi dan melindungi aset dana pinjaman untuk kepentingan masyarakat
3 Sistem monitorins dan supervisi yang memadai untuk memberikan pengawasan operasi keuangan mikro yang merupakan bagian dari kerangka kerja pengawasan,
4 Perbaikan tingkat sosiaL dan ekonomi masyarakat misaLnya daLam peningkatan penjualan, pendapatan rumah tangga, pekerjaan, aset. beLanja untuk pendidikan dan kesehatan, pengetahuan finansiaL, peningkatan percaya diri.

Output

1. Jumlah Pengelolaan Pinjaman Dana Bergulir yang telah dilernbagakan dalam bentuk yang sesuai dengan konteks lokal.
2. Meninskatkan jumLah pinjaman kepada masyarakat miskin untuk kegiatan produktif.
3. Perbaikan daLam jenis dan kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan kepada masyarakat berpendapatan rendah agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
4. Jumlah Pengelolaan Pinjaman Dana Bergulir yans telah menerima bantuan teknis dan pelatihan keuangan mikro.
5. Perbaikan dalam manajemen keuangan. kualitas portofolio dan keberlanjutan pinjaman dana bergulir. yang diukur dari jumLah dana bergulir yang dinilai dengan katagori baik atau memuaskan sesuai dengan indikator kinerja utama.
6. Jumlah pengelolaan pinjaman dana bergulir yang berhenti menerima alokasi bantuan langsung dan mencapai kemandirian keuangan (untuk pengelolaan pinjaman dana bergulir yang kinerjanya baik) atau dilikuidasi (untuk pengelolaanpinjaman dana bergulir yang kinerjanya buruk), sehingga Pemerintah dan Bank Dunia tidak membiayai lagt pinjaman dana begulir melaluiPNPM.
7. Jumlah pengelolaan pinjaman dana bergulir yang memiliki kerja sama dengan bank komersial dan memiliki akses terhadap sumber pendanaan yang berkelanjutan.

Projek Diskripsi

1 Proyek ini akan membantu rneningkatkan kualitas dan keberlangsungan kegiatan
pengelolaan pinjaman dana bergulir pada PNPM melalui penyediaan bantuan
teknis, status hukum, dan fasilitasi hubungan dengan bank kornersial.
2 Desain proyek akan didasarkan pada prinsip-prinsip berikut:
• Mempertahankan kepemilikan dana pinjaman untuk kepentingan masya-
rakat dan rnenjaga investasi kembali eLemen masyarakat (yaitu bahwa
sebagian dari keuntungan pinjaman dana bergulir diinvestasikan ke dalam
kebutuhan sosial masyarakat)
• Memberikan klarifikasi atas kepemilikan status hukum pinjaman dana
bergulir: bentuk dan fungsi dari organisast yang mengelola dana bergulir
tersebut serta tata kelola,struktur manajemen dan pengawasan yans tepat
• Mendorong sebuah modeL berbasis tabungan, jika rnemungkinkan. untuk
memaksimalkan dampak terhadap kemiskinan dan keberlanjutan.
• Mengambil pendekatan sistem keuangan dengan hasil akhir yang tidak
membutuhkan subsidi pemerintah atau keterlibatan pemerintah secara
tangsung.
• Memastikan keterkaitan dengan sektor keuangan mikro komersial untuk
rneningkatkan kesinarnbungan dengan melihat bahwa soLusi pada tlngkat
provinsi atau kabupaten mungkin berbeda, hal ini harus sesuai dengan
konteks lokal dan harus sejalan dengan strategl desentralisasi Pemerintah.
serta rnengakomodir apa yang masyarakat inglnkan seperti:
Dapat diperlakukan seperti pelanggan
• Produk yang memenuhi kebutuhan masyarakat Jaminan yang non tradisional
• Pinjaman untuk kegiatan non-produktif (seperti pendidikan dan pinjaman perubahan)
• Besar pinjaman sesuai dengan kebutuhan
3 Proyek akan bertindak sebagai jembatan antara Cluster 2 (pemberdayaan masyarakat) dan Cluster 3 (akses keuangan bagi masyarakat miskin dan pembagunan sektor swasta) secara keseLuruhan yang merupakan strategi penanggulangan kemiskinan nasional oleh pemerintah. Ini adalah proyek strategis dalam arti bahwa project ini memiliki potensi untuk rneningkatkan peranan bank komersial untuk kepentingan masyarakat termiskin di Indonesia dan proyek ini akan melibatkan pemerintah daerah serta lernbaga keuangan lokal untuk berpartisipasi dalam proyek percontohan ini.
4 Lokasi Proyek:
• Jawa Tengah dan Provinsi DIY selama Tahap 1
• Dua tambahan propinsi di luar Jawa akan ditentukan dalam tahap 1 untuk pelaksanaan di Tahap 2 dan Tahap 3.

Lokasi Proyek

1 Jawa Tengah dan Provinsi D.l.Y

2 Tambahan dua propinsi di Luar Jawa akan ditentukan dalam tahap 1 dan untuk pelaksanaandi Tahap 2 dan Tahap 3.

Aktivitas Proyek
1. Melakukan koordinasi dengan Pemerintah, National Management Consultant (NMC) dan stakeholder lainnya dalam merancang proyek percontohan.
2 Restrukturisasi dan memperbaiki kinerja operasional pengelolaan pinjaman dana berdulir pada PNPM saat ini dengan menyediakan bantuan teknis dan pelatihan di dua provinsi di Jawa.
3 Menentukan struktur hukum pengelolaan pinajaman dana bergulir berdasarkan menu pilihan kelembagaan yang memperhitungkan kapasitas keLembagaan dan konteks lokal. serta dukungan daLam bertransformasi kedaLam badan hukum baru.
4 Mengembangkan kebijakan dan strategi yang jelas untuk menangani pengelolaanpinjaman dana bergulir yang berkinerja buruk.
5. Berkomunikasi dengan bank-bank komersiaL untuk pemahaman yang lebih jelas akan kepentingan komersial mereka dan insentif daLam menghubungkannya dengan Pinjaman Dana Bergulir PNPM.
6 Mengembangkan strategi dan anggaran untuk Tahap ke-2 yang meliputi identifikasi dua provinsi di Luar Jawa. mengembangkan strategi yang lebih jelas untuk menghubungkan dengan bank komersial dan menjajaki kemungkinan untuk bekerja sama dengan PNPM-Perkotaan, dll.
7. Menguji desain program-program yang berkembang selama fase 1, dan menghubungkan kinerja UPK terbaik ke sektor komersiaL untuk membantu klien memperluas jangkauan dan kesinambungan operasi keuangan mikro.
8 Memastikan sistem monitoring dan supervisi sesuai pada tempatnya.
9 Mengembangkan strategi jangka panjang dari Pinjaman Dana Bergulir PNPM.

Pelaksanaan Proyek
Bank Dunia dengan koordinasi dan supervisi bersama dengan Pemerintah RI akan bertanggung jawab untuk pelaksanaan dan pengawasan program ini daLam tahap pertama. Bank Dunia akan memilih satu perusahaan sebagai agen pelaksana proyek dengan tanggung jawab pelaksanaan proyek secara keseluruhan termasuk sub-kontrak dengan Lembaga lain,dalam melaksanakan komponen-komponen yang disebutkan di atas.
Kriteria dalam pemilihan perusahaan pelaksanaakan dibicarakan dengan Pemerintah. Strategi pada serah terima pelaksanaan proyek dari Bank Dunia ke RI akan mulai dibahas segera setelah proyek dimulai. Berdasarkan diskusi dan kesepakatan antara Bank Dunia dan Pemerintah RI, serah terima proyek akan bertahap dan dilakukan secepatnya apabila pemerintah telah siap.
Dalam rangka untuk memantau kemajuan pelaksanaan proyek percontohan, kelornpok kerja yang terdiri dari BAPPENAS, Departemen Keuangan, Departemen Dalam negeri, Departemen Koperasi, Kementerian Koordinasi bidang Kesejahteraan Rakyat, Bank Indonesia dan stakeholder yang lain akan dibentuk. Kelompok kerja ini diharapkan dapat menyumbangkan saran untuk pelaksanaan proyek percontohan dari berbagai sudut pandang.
Percontohan ini akan disebut berhasil jika mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan dan stabilitas harga-harga. Dan Juga mendorong penurunan urbanisasi, peningkatan lapangan kerja di pedesaaan, dan kekuatan keuangan di pedesaan dan daerah kawasan tertinggal dan kumuh.
Jaringan usaha, penciptaan lapangan kerja baru belum terukur, dimana kemampuan desa yang produktif akan menambah lapangan kerja, pasar baru dan mengurangi urbanisasi, dengan modal dan keuangan daerah dan desa yang cukup kuat dan likuid, sehingga ada insentif bekerja di sector pertanian dan pedesaan, sehingga generasi muda yang enggan tinggal di desa dan bekerja di sector pertanian tidak meninggalkan daerahnya ke kota, namun memilih untuk menggerakan potensi desa dengan permodalan, dan lapangan kerja yang memadahi serta insentif pertanian yang mendukung.
Perguliran dana dengan manajemen yang bagus akan mendorong adanya kekuatan keuangan daerah, dan menciptakan lapangan kerja baru, serta menekan urbanisasi, akhirnya akan menambah kepadatan di desa sehingga pelayanan public dapat efisien dan efektif, sehingga pelayanan public terpenuhi di pedesaan, sehingga tidak ada kesenjanagan keuangan daerah pusat, keseimbangan informasi, dan keseimbangan akses dan infrastruktur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan. Akhirnya dunia usaha tertarik untuk menanamkan investasinya di pedesaan.

Advertisements

3 thoughts on “MENGKRITISI DANA PNPM MANDIRI PINJAMAN DANA BERGULIR

  1. untuk mendapatkan wang pinjaman yang diluluskan perlukah dibayar deposit terlebih dahulu contoh nya pinjaman diluluskan 27 juta peminjam dikehendaki membayar 3,5juta rupiah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s