Sistem Pertanian Kolektif di Indonesia sebuah pola Yang Tak Bisa dielakan


Luas Sawah Petani di Indonesia adalah tidak luas dan rata-rata hanya sepersepuluh hektar sampai 1 hektar saja. Dan petak-petaknya paling luas seperlima hektar. Maka perlu transformasi ilmu dari Kampus ke dalam penyesuaian dalam pola pertanian Indonesia. Perlu sistem Komando aparat pemerintah desa untuk menanam bersama-sama dan lebih cepat sehingga dapat menghasilkan hasil yang maksimal dengan menghadapi hama serempak seperti Tikus, Wereng atau walang sangit.
IP 300 dalam pengembangan pola tanam harus meningkatkan semangat mengawali pertanian sehingga tercapai sitem pola tanam 3 kali setahun. Kelemahannya petani akan mau menanam kalau lumbungnya sudah habis. Itulah budaya petani di Indonesia pada Umumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s