Realita Demokrasi Menjelang 9 April 2014


Pemilu dan Pilpres sudah dekat namun gebyar calon belum kelihatan bergerak. Kelihatannya antusiasme calon dan pemilih sangat kecil, melihat harapan dan kenyataan belum dapat diharapkan oleh pemilih.
Politik uang adalah kenyataan yang harus mereka hadapi, dimana ketidakpercayan kinerja masa lalu membuat keputusan pemilih cukup pragmatis. Demokrasi yang berjalan di Indonesia melahirkan pemilih yang pragmatis dan antipatif. Dimana calon-calon menghadapi tantangan yang cukup berat dan tergeneralisais peristiwa-peristiwa sebelumnya.
Tantangan cukup berat pada pemilu 2014 ini karena mampukan demokrasi langsung dan liberal ini menjawab tantangan perubahan dinamikan politik Bangsa di tengah perubahan pemerintahan dan suksesi nasional.
Popularitas calon harus tetap dipertahankan dan mampu menjawab persoalan-persolan bangsa.
Fenomena ketidak percayaan itu juga isu-su tentang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. dan mampukan menyejahterakan ekonomi dan menekan kemiskinan strutural.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s