Bagian 2 Menjelajah Mata Angin


Bagi GM Sudarta Kompas bukan hanya tempat dia menggadaikan Hidupnya, melainkan juga penunjuk arah mata angin. Hanya bermodalkan kemampuan menggambar, dia berusaha keras untuk membuata kartun walau dengan susah payah. Ia membuat kartun. Mengingat bahwa kartun adalah pelengkap surat kabar. Banyak sumber dari berbagai penjuru arah untuk membuat sebuah gambar kartun.
Dalam sebuah editorial kartun yang banyak bermuatan komentar dan kritik, persoalan sulit yang dia hadapi adalah menampilkan ide-idenya dalam bentuk kartun, sebagai piktograp untuk mencapai tujuan penyambaian dengan baik. Pada suatu saat tahun 1970 dia menulis kritik pada pemimpin dalam bentuk kartun, yaitu yakob Utama, sebagai pemimpin redaksi dan akhirnya dia memperoleh sebuah pegangan. Waktu itu yakob Utama mengaytakan bahwa “ tugas pers bukan untuk mengubah pendapat orang lain, bukan untuk mendobrak atau merevolusi, melainkan untuk menyampaikan misi perbaikan” yang sampai sekarang telah menjadi kredonya sebagai pegangan dlam menambar kartun.
Pak Oyong memerintahkan dia untuk banyak mengunjungi pameran lukisan dan mulai memilih karya seni yang akan dikoleksi kompas. Jadilah, mulai tahun 1971, mereka berburu lukisan, barang antic, dan karya seni lainnya. Kegiatan ini membiat dia banyak mengenaldan bergaul dengan berbagai kalangan senimandan banyak melakukan perjalanan ke luar negeri dank e daerah seluruh wilayah Indonesia. Karena perjalanan ini, sebagian obsesinya sejak kecil, pergi ke dunia di balik cakrawala telah terlaksana.
Membuatkartun politik, dibutuhkan mampu membaca tanda-tanda yang terjadi di masyarakat. Yakni, terutama tanda-tanda dlama dalam kehidupan politik maupun ucapan pecabat yang diambil sebagai ide dalam bahasa kartun. Dalam Semiotika itu tidak sengaja dia memperoleh ide dari perkenalan dengan MAW Brouwer (alm), kolumnis yang banyak menulis artikel satire kompas. Dalam mebuat ilustrasi untuk artikelnya, dia banyak menagkap pesannya, kemudian dia membuat kartun yang seakan-akan bukan ilustrasi melainkan kartun yang berdiri endiri dengan makna yang sama.
(Dumadi Tri restiyanto/owner dumadi.worpress.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s